Kinerja Operasional Samindo (MYOH) Lampaui Target pada Awal Semester II-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat kenaikan kinerja operasional pada awal semester II-2026. Hingga bulan Juli, volume pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batubara (coal getting) serta pengangkutan batubara (coal hauling) melampaui target rencana kerja untuk tujuh bulan pertama 2026.

Corporate Secretary Samindo Resources, Ahmad Zaki Natsir membeberkan realisasi overburden removal MYOH hingga Juli 2026 mencapai 21,01 juta bank cubic meter (bcm), melampaui target pada periode tersebut yang direncanakan sebesar 19,13 juta bcm. Realisasi overburden removal MYOH meningkat 18,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17,70 juta bcm.

Sejalan dengan itu, produksi batubara MYOH hingga Juli 2026 mencapai 3,33 juta ton atau naik 14,82% dibandingkan perolehan 2,90 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut melampaui target 3,16 juta ton dalam rencana kerja tujuh bulan pertama 2026.


Peningkatan juga terjadi pada segmen coal hauling, yang mencatatkan total volume pengangkutan 14,09 juta ton hingga Juli 2026, lebih tinggi dari target sebesar 13,99 juta ton. Volume pengangkutan MYOH menanjak 3,75% dibandingkan realisasi 13,58 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. 

"Pencapaian hingga Juli menunjukkan keandalan eksekusi kami di lapangan. Pada paruh kedua 2026, kami optimistis tren positif akan berlanjut seiring utilisasi armada alat berat yang prima dan disiplin efisiensi biaya untuk mengamankan target pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun," kata Zaki pada Rabu (2/9/2026).

Dia menjelaskan, pencapaian operasional MYOH hingga Juli 2026 didukung oleh kondisi cuaca di area pertambangan yang lebih kondusif dengan tingkat curah dan waktu hujan yang lebih rendah dari proyeksi. Faktor pendukung lainnya adalah efisiensi jarak angkut di pit tambang yang lebih optimal, serta perolehan alokasi volume tambahan dari PT Kideco Jaya Agung selaku klien utama MYOH.

Menurut Zaki, akselerasi operasional sejalan dengan tren penguatan harga batubara global yang mendorong pemilik konsesi tambang untuk mengoptimalkan ritme penggalian lapisan penutup dan pemuatan batubara. Langkah ini dilakukan untuk menangkap momentum harga komoditas di pasar internasional.

MYOH menjaring peluang tersebut dengan menambah empat unit armada heavy dump truck kapasitas 100 ton. "Tingginya permintaan pengupasan batuan penutup dan penambangan batubara tersebut kami manfaatkan secara optimal melalui kesiapan armada alat berat," imbuh Zaki.

Hingga akhir tahun 2026, Zaki optimistis MYOH bisa mencapai target volume overburden sebesar 34,5 juta bcm, coal getting 4,5 juta ton dan coal hauling 24 juta ton. "Sampai saat ini belum ada perubahan target. InsyaAllah sampai akhir tahun tercapai," ujar Zaki.

Dari sisi kinerja keuangan, MYOH mengantongi pendapatan senilai US$ 83,99 juta hingga semester I-2026. Pendapatan MYOH naik 5,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 79,57 juta. 

Kontributor terbesar kenaikan pendapatan MYOH berasal dari segmen jasa overburden removal dan coal getting yang menyumbang US$ 48,32 juta, meningkat 15,23% dibandingkan perolehan US$ 41,93 juta pada semester I-2025. Sementara segmen jasa coal hauling berkontribusi sebesar US$ 21,76 juta. 

"Pertumbuhan pendapatan merupakan hasil langsung dari peningkatan volume pekerjaan penambangan, perbaikan efisiensi operasional pit tambang, serta penambahan alokasi dari mitra tambang utama," ungkap Zaki.

Sementara itu, kenaikan biaya pokok pendapatan MYOH terjaga pada level 2,43% secara tahunan dari US$ 64,55 juta menjadi US$ 66,12 juta. Hasil ini mendongkrak perolehan laba bruto MYOH yang mengalami pertumbuhan 19,05% secara tahunan dari US$ 15,01 juta menjadi US$ 17,87 juta pada periode paruh pertama 2026.

Zaki menjelaskan, kenaikan biaya pokok pendapatan bisa terkendali berkat sejumlah program inisiatif yang dilakukan oleh MYOH. Antara lain dengan mengoptimalkan fasilitas perbaikan atau rekondisi sparepart yang bisa menghemat biaya suku cadang. 

Meski pendapatan dan laba bruto tumbuh, tapi laba bersih MYOH menyusut 8,06% secara tahunan dari US$ 8,68 juta menjadi US$ 7,98 juta hingga Juni 2026. Penurunan laba bersih MYOH disebabkan oleh kerugian selisih kurs yang tercatat sebesar US$ 3,39 juta pada semester I-2026.

Zaki menegaskan bahwa kerugian selisih kurs tersebut bukan berasal dari transaksi bisnis yang bersifat operasional. "Itu bukan transaksi, tapi translasi untuk aset-aset keuangan," tandas Zaki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News