Kinerja Penjualan Eceran Diproyeksikan Meningkat pada Juli 2026, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprakirakan bahwa penjualan eceran pada bulan Juli 2026 akan meningkat.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 yang diperkirakan tumbuh sebesar 0,9%  year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga mencapai level 224,4.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menilai, peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan indeks 315,5 atau tumbuh 1,6% yoy, disertai pertumbuhan positif pada kelompok suku cadang dan aksesori dengan indeks 156,9 atau tumbuh 10,8% yoy, serta perlengkapan rumah tangga lainnya dengan indeks 92,6 atau tumbuh 2,5% yoy.


Meski demikian, secara bulanan penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar 0,3% month to month (mtm).

Baca Juga: Destry Damayanti Diajukan Jadi Gubernur BI, Rupiah Jadi Tantangan Utama

Menurunya penjualan eceran tersebut dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

“Meski demikian, kinerja penjualan pada Juli 2026 tersebut lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang turun 4,1% mtm,” tutur Denny dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan kelompoknya, kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya tumbuh 9,5% mtm, dan kelompok barang budaya dan rekreasi mencapai 5,3% mtm, atau diprakirakan meningkat dan menopang kinerja penjualan tidak terkontraksi lebih dalam seiring mulai masuknya periode sekolah pada Juli 2026.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turun 0,9% mtm, serta kelompok peralatan informasi dan komunikasi turun 1,8% mtm diprakirakan berada pada zona kontraksi sehingga menahan perbaikan kinerja penjualan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, pada Juli 2026, pertumbuhan kinerja penjualan diprakirakan terjadi di mayoritas kota cakupan survei secara tahunan dan bulanan.

Secara tahunan, pertumbuhan tertinggi terjadi di Manado dengan indeks 191,3 atau tumbuh 24,7% yoy, diikuti Medan indeks 380,8 atau tumbuh 15,6% yoy, Bandung indeks 150,8 tumbuh 9,8% yoy, dan Denpasar indeks 128,7 tumbuh 7,6% yoy.

Baca Juga: Ketua LPS: Destry Damayanti Punya Paket Lengkap Pimpin BI

Secara bulanan, mayoritas kota diprakirakan masih tetap tumbuh dengan pertumbuhan tertinggi di Manado 6,1% mtm, Surabaya 4,2% mtm, dan Makassar 3,7% mtm.

Sementara itu, kinerja penjualan masih tertahan di zona kontraksi pada beberapa kota terutama Bandung turun 10,0% mtm, Jakarta turun 1,2% mtm, dan Banjarmasin turun 0,9% mtm.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News