Kinerja Primaya (PRAY) Berpeluang Tumbuh Dua Digit di 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Group membidik pertumbuhan pendapatan 15%-20% dan kenaikan EBITDA 20%-25% pada tahun 2026. Target tersebut dinilai masih realistis oleh Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas Indonesia, melihat kekuatan operasional perusahaan dan prospek ekspansi jaringan.

Wafi menjelaskan bahwa proyeksi pertumbuhan EBITDA yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan mencerminkan efek operating leverage yang mulai optimal.

“Artinya biaya tetap sudah bisa tertutup dengan baik oleh volume pasien, terutama dari rumah sakit yang sudah mulai memasuki fase matang,” ujarnya kepada Kontan, Senin (19/1/2026).


Baca Juga: Primaya (PRAY) Targetkan Kinerja Tumbuh Dua Digit pada 2026, Cek Rekomendasi Analis

Rencana PRAY membuka satu rumah sakit baru berkapasitas 200 tempat tidur diperkirakan akan menjadi pendorong signifikan bagi pendapatan pada 2026. Meski demikian, Wafi mengingatkan bahwa fase awal operasional rumah sakit baru umumnya menimbulkan tekanan biaya start-up.

“Namun PRAY biasanya memiliki periode ramp-up yang relatif cepat, sehingga tekanan tersebut dapat dinetralisir mulai paruh kedua 2026,” jelasnya.

Terkait kemampuan menjaga margin di tengah kenaikan biaya operasional dan penyesuaian regulasi, Wafi menekankan pentingnya skala ekonomi. Menurutnya, semakin besar jaringan PRAY, semakin kuat posisi tawar perusahaan dalam pengadaan obat, alat kesehatan, dan efisiensi logistik.

“Digitalisasi operasional juga membantu menekan cost dan menjaga efisiensi,” tambahnya.

Baca Juga: Primaya Hospital Pacu Ekspansi, Serapan Capex Capai 60% dari Rp900 Miliar

Dari sisi patient mix, PRAY dinilai berada pada komposisi yang sehat. Wafi menilai dominasi pasien non-BPJS menjadi faktor penting dalam menjaga margin, sementara fokus pada layanan unggulan kompleks dinilai efektif meningkatkan pendapatan per pasien.

Patient mix-nya saat ini terlihat optimal untuk menopang pertumbuhan laba,” katanya.

Untuk prospek saham, Wafi memberikan rekomendasi buy saham PRAY dengan target harga Rp 1.250 per saham, seiring prospek pertumbuhan yang kuat dan peningkatan skala operasional di 2026.

Selanjutnya: Yupi Indo (YUPI) Belum Gunakan Dana IPO Rp 596,67 Miliar, Ini Catatan Analis

Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 19-22 Januari 2026, Sirup Marjan Beli 6 Hemat Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News