Kinerja PTPN Group Tumbuh Positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III  (PTPN Group) berhasil menorehkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 di tengah dinamika industri perkebunan. Pencapaian tersebut memperkuat fondasi bisnis grup secara berkelanjutan.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, PTPN Group membukukan penjualan sebesar Rp 29,1 triliun, tumbuh 10,89% secara tahunan. Sementara Net Operating Cash Flow (NOCF) group meningkat 13,4% menjadi Rp 5,53 triliun.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, mengatakan kinerja Semester I 2026 menunjukkan konsistensi PTPN Group dalam menjalankan transformasi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang.


Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari strategi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan optimalisasi proses bisnis di seluruh entitas PTPN Group. “Fokus kami adalah memperkuat produktivitas, efisiensi, dan kecepatan eksekusi agar PTPN Group semakin kompetitif serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian,” ujar Denaldy dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Laba Bersih PTPN Group Melonjak 81%, Menjadi Rp 6,39 Triliun

Selain pertumbuhan penjualan dan arus kas operasional, PTPN Group juga mencatat penguatan struktur keuangan. Total aset perusahaan naik 9,94% menjadi Rp167,9 triliun, sementara ekuitas meningkat 8,42% menjadi Rp76,74 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Denaldy menambahkan, seluruh program kerja PTPN Group diarahkan untuk mendukung prioritas strategis Danantara, mulai dari penguatan ketahanan pangan dan energi nasional, percepatan hilirisasi, penciptaan nilai tambah, hingga transformasi BUMN agar semakin kompetitif di tingkat global.

Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, PTPN Group menerapkan pendekatan Productivity, Cost, and Speed (PCS)sebagai fokus operasional di seluruh lini bisnis.

“Dengan disiplin pada produktivitas, pengendalian biaya, dan kecepatan eksekusi, kami optimistis dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat." tutup Denaldy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News