KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana nasional masih menghadapi tekanan pada awal 2026. Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dan domestik, reksadana pasar uang menjadi satu-satunya instrumen yang mencatatkan kinerja positif secara year to date (YtD). Berdasarkan data Infovesta Utama, rata-rata kinerja reksadana pasar uang tumbuh 1,3% sejak awal tahun. Sebaliknya, reksadana pendapatan tetap mencatatkan kinerja negatif sebesar 0,3%, reksadana campuran turun 2%, dan reksadana saham terkoreksi hingga 5,3%. Dalam riset periode 23 April 2025 hingga 23 April 2026, Infovesta mencatat terdapat 138 produk reksadana pasar uang dengan dana kelolaan rata-rata di atas Rp 10 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen pasar uang masih menjadi pilihan utama investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Kinerja Reksadana Awal 2026 Tertekan, Simak Proyeksi Return dan Strateginya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana nasional masih menghadapi tekanan pada awal 2026. Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dan domestik, reksadana pasar uang menjadi satu-satunya instrumen yang mencatatkan kinerja positif secara year to date (YtD). Berdasarkan data Infovesta Utama, rata-rata kinerja reksadana pasar uang tumbuh 1,3% sejak awal tahun. Sebaliknya, reksadana pendapatan tetap mencatatkan kinerja negatif sebesar 0,3%, reksadana campuran turun 2%, dan reksadana saham terkoreksi hingga 5,3%. Dalam riset periode 23 April 2025 hingga 23 April 2026, Infovesta mencatat terdapat 138 produk reksadana pasar uang dengan dana kelolaan rata-rata di atas Rp 10 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen pasar uang masih menjadi pilihan utama investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
TAG: