KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 8,76% per Mei 2026. Mengenai hal itu, Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ada sejumlah katalis negatif yang menyebabkan kinerja unitlink tertekan, termasuk berbasis saham. Dia menyebut faktornya, yakni rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI), pelemahan kurs Rupiah, dan perubahan kebijakan pemerintah. Ditambah, adanya volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut Wawan, kinerja unitlink berbasis saham diproyeksi masih akan sulit untuk terdongkrak positif karena kinerja pasar modal Indonesia yang juga masih melemah.
Kinerja Return Unitlink Saham Terkontraksi Paling Dalam per Mei 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 8,76% per Mei 2026. Mengenai hal itu, Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ada sejumlah katalis negatif yang menyebabkan kinerja unitlink tertekan, termasuk berbasis saham. Dia menyebut faktornya, yakni rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI), pelemahan kurs Rupiah, dan perubahan kebijakan pemerintah. Ditambah, adanya volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut Wawan, kinerja unitlink berbasis saham diproyeksi masih akan sulit untuk terdongkrak positif karena kinerja pasar modal Indonesia yang juga masih melemah.
TAG: