Kinerja Saham Lesu, Fundamental Emiten Properti Dinilai Masih Kokoh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten properti diperkirakan masih tetap solid meskipun pergerakan harga saham sektor ini masih berada dalam tekanan sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data perdagangan hingga Rabu (15/7/2026), indeks sektor properti dan real estat atau IDX Properties & Real Estate terkoreksi 36,37% secara year to date (YTD). Penurunan tersebut menjadikan sektor properti sebagai indeks dengan pelemahan terdalam di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis Maybank Sekuritas Kevin Halim menilai, tekanan yang terjadi pada saham-saham properti lebih disebabkan oleh kondisi makroekonomi yang masih menantang, bukan karena memburuknya kinerja fundamental emiten.


“Emiten properti masih memiliki fundamental yang kuat ditopang dengan balance sheet yang kuat dengan posisi kas yang tinggi,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).

Menurut Kevin, sejumlah sentimen negatif masih membayangi sektor properti, terutama kebijakan suku bunga tinggi yang berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Tuntas Gunakan Dana IPO Rp 21,33 Triliun

Meski demikian, dari sisi operasional, emiten-emiten properti dinilai masih memiliki fondasi bisnis yang kuat dan prospek yang tetap menjanjikan.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA), misalnya, mengandalkan skema bisnis joint operation yang bersifat asset light sehingga mampu menjaga efisiensi dan fleksibilitas perusahaan. Sementara itu, kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masih ditopang oleh proyek township unggulan masing-masing, yakni BSD City dan Summarecon Serpong.

“Lalu, bisnis PWON yang didominasi oleh recurring income (mall, hotel) secara nature memang lebih resilien,” tuturnya.

Model bisnis PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang mengandalkan pendapatan berulang dari pusat perbelanjaan dan hotel dinilai memberikan ketahanan yang lebih baik di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,10% ke 6.108 pada Kamis (16/7), WIFI, HRTA, ASII Top Gainers LQ45

Di tengah tekanan yang masih membayangi sektor properti, Kevin tetap merekomendasikan investor untuk mencermati sejumlah saham unggulan. Ia merekomendasikan beli untuk saham BSDE, CTRA, PWON, dan SMRA.

Adapun target harga yang dipatok masing-masing mencapai Rp 1.050 per saham untuk BSDE, Rp 1.150 per saham untuk CTRA, Rp 580 per saham untuk PWON, serta Rp 520 per saham untuk SMRA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News