KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen semen pelat merah, PT Semen Indonesia Tbk (
SMGR) mengalami penurunan kinerja keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Mengacu laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan SMGR terkoreksi 2,63% year on year (yoy) menjadi Rp 35,24 triliun pada 2025. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan SMGR tercatat sebesar Rp 36,19 triliun. Sebagian besar pendapatan SMGR berasal dari produksi semen sebanyak Rp 31,28 triliun pada 2025. Selain itu, SMGR juga mencetak pendapatan dari produksi non-semen sebesar Rp 13,77 triliun. Total pendapatan ini kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar Rp 9,81 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan SMGR berkurang 0,32% yoy menjadi Rp 28,17 triliun pada 2025, dari periode sebelumnya yakni Rp 28,26 triliun. Baca Juga: Kinerja Barito Pacific (BRPT) Moncer, Laba Bersih Melejit 1.213% di Sepanjang 2025 Hasil ini membuat laba kotor SMGR turut menyusut 10,84% yoy menjadi Rp 7,07 triliun pada 2025, dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya sebesar Rp 7,93 triliun. Beberapa pos beban lain sebenarnya mampu dipangkas oleh SMGR. Misalnya, beban penjualan SMGR yang berkurang 4,21% yoy dari Rp 2,14 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,05 triliun pada 2025. Beban keuangan SMGR juga terkikis 31,39% yoy dari Rp 1,20 triliun pada 2024 menjadi Rp 825,98 miliar pada 2025. Begitu pula dengan beban pajak penghasilan SMGR yang turun 11,90% yoy dari Rp 479,53 miliar pada 2024 menjadi Rp 422,47 miliar pada 2025. Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk SMGR tetap tergerus 73,48% yoy dari Rp 719,76 miliar pada 2024 menjadi Rp 190,84 miliar pada 2025. SMGR memiliki total aset sebanyak Rp 76,57 triliun hingga akhir 2025 yang terdiri dari liabilitas sebesar Rp 27,15 triliun dan ekuitas sebesar Rp 47,72 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News