KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat kinerja keuangan yang positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp80 miliar. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan, yakni naik 89% secara tahunan (year on year/YoY) dan meningkat 6% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ). Meski demikian, realisasi laba tersebut masih dinilai berada di bawah ekspektasi pasar.
Laba SMGR di Bawah Ekspektasi Analis
Pendapatan Masih Tumbuh Solid
Di sisi lain, pendapatan PT Semen Indonesia Tbk masih menunjukkan tren perbaikan. UBS mencatat pendapatan perseroan tumbuh 8% YoY dan sedikit melampaui estimasi internal maupun konsensus pasar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan domestik sebesar 7,7% YoY, yang berasal dari peningkatan volume 5,4% serta kenaikan average selling price (ASP) sebesar 2,2%. "Kinerja ini mencerminkan kemajuan dari upaya restrukturisasi perusahaan," ujar Ivan.Proyeksi Kinerja Kuartal II-2026
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai kinerja SMGR pada kuartal II-2026 berpotensi membaik secara bertahap, seiring pemulihan permintaan semen domestik. "Jika tren pemulihan permintaan domestik berlanjut pada kuartal II, didukung realisasi proyek konstruksi dan perbaikan distribusi, maka pendapatan SMGR masih berpeluang melanjutkan pertumbuhan," kata Ekky Topan kepada Kontan, Senin (18/5/2026). Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan kinerja masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama efisiensi biaya dan tingginya persaingan di industri semen yang masih mengalami kondisi oversupply. Kenaikan biaya energi dan bahan bakar juga dinilai berpotensi menekan margin perseroan sepanjang tahun ini.Sentimen yang Perlu Dicermati Investor
Ekky menambahkan, terdapat beberapa sentimen utama yang perlu diperhatikan investor pada kuartal II-2026, antara lain:- Keberlanjutan pemulihan permintaan semen domestik
- Arah biaya energi dan logistik
- Realisasi belanja infrastruktur pemerintah
- Persaingan harga di tengah kondisi overcapacity industri semen
SMGR Chart by TradingView