KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sepanjang 2025 dinilai solid, ditopang oleh ekspansi margin dan efisiensi operasional. Berdasarkan laporan keuangan 2025, SILO membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun pada 2025 atau tumbuh 23,47% secara tahunan (YoY). Sementara itu, pendapatan meningkat 5,24% menjadi Rp12,84 triliun. Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kualitas kinerja SILO tergolong baik karena pertumbuhan laba lebih tinggi dibandingkan pendapatan.
“Kinerja SILO tergolong baik dengan kualitas cukup solid, ditopang oleh pertumbuhan laba yang lebih tinggi dari pendapatan. Hal ini mencerminkan margin expansion dan efisiensi, meski pertumbuhan top-line masih terbatas,” ujarnya kepada Kontan, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Akuisisi Rp 9 Triliun Jadi Katalis, Saham Siloam (SILO) Masih Menarik Dikoleksi Senada, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menyebut kinerja SILO berkualitas tinggi, tercermin dari ekspansi margin yang sehat. “Laba tumbuh 23,47% jauh melampaui pertumbuhan pendapatan 5,24%, sinyal ekspansi margin yang sehat. Ini menunjukkan transformasi digital dan strategi segmentasi pasien berada di jalur yang tepat,” jelasnya. Ia menambahkan, margin EBITDA SILO yang mencapai 29,1% menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan disiplin biaya yang konsisten di tengah ekspansi kapasitas. Dari sisi strategi, Abida menilai implementasi Next Gen Siloam (NGS) memberikan dampak struktural terhadap pertumbuhan jangka panjang perseroan. “Investasi perangkat canggih, kemampuan merekrut dokter sub-spesialis, dan bauran pasien swasta yang kuat akan memperkuat keunggulan kompetitif jangka panjang,” ujarnya. Selain itu, strategi ini juga mendorong peningkatan kompleksitas kasus yang berdampak pada kenaikan rata-rata pendapatan per pasien, sekaligus membuka peluang untuk menangkap segmen medical tourism premium. Azis juga menilai strategi Next Gen Siloam berpotensi meningkatkan efisiensi dan skalabilitas bisnis melalui optimalisasi jaringan serta utilisasi aset. “Strategi ini dapat mendukung pertumbuhan jangka menengah,” imbuhnya.
Baca Juga: Didukung Ekspansi dan Layanan Spesialis, Saham Siloam (SILO) Masih Menarik Dari sisi operasional, efisiensi dinilai menjadi kunci dalam menjaga profitabilitas. Abida menjelaskan, peningkatan margin EBITDA tidak berasal dari pemangkasan layanan, melainkan dari optimalisasi bauran pendapatan dan kontrol biaya yang ketat. Ke depan, ia memproyeksikan pendapatan SILO dapat tumbuh 8%-10% pada 2026, dengan EBITDA meningkat 10%-12% seiring peningkatan kompleksitas layanan dan penyesuaian harga. Sementara itu, inisiatif pengembangan ekosistem berbasis artificial intelligence (AI) dan data dalam konsep hospital of the future dinilai menjadi katalis jangka menengah hingga panjang. “Implementasi AI dalam diagnosis, manajemen pasien, dan prediksi kebutuhan sumber daya berpotensi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan,” jelas Abida. Namun, Azis mengingatkan bahwa dampak finansial dari inisiatif tersebut masih terbatas dalam jangka pendek. Di sisi lain, rencana akuisisi saham entitas First REIT senilai Rp9 triliun menjadi perhatian analis. Transaksi ini akan dilakukan melalui dua tahap dan didanai fasilitas kredit sindikasi. Abida menilai langkah ini strategis, meskipun berpotensi memberikan tekanan jangka pendek terhadap arus kas dan meningkatkan beban bunga. “Meskipun pada awalnya bersifat dilutif karena kenaikan beban bunga, internalisasi aset ini berpotensi positif jangka panjang melalui penghematan biaya sewa sekitar 8% dari pendapatan operasional,” ujarnya. Dengan kondisi tersebut, Abida merekomendasikan beli saham SILO dengan target harga Rp3.000 per saham. Ia menilai saham ini masih undervalued dengan sejumlah katalis, seperti monetisasi layanan bedah robotik dan efisiensi operasional.
Sementara itu, Azis memilih bersikap lebih konservatif. “Saat ini kami lebih wait and see mengingat harga saham yang sudah tinggi,” katanya.
Baca Juga: Gencar Ekspansi, Simak Rekomendasi Saham SILO Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News