JAKARTA. Melirik pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang mendaki, berinvestasi di reksadana berbasis saham menjadi alternatif yang menguntungkan. Pasalnya, saham ternama jajaran LQ45 dapat memberikan imbal keuntungan dua kali lipat di atas tolok ukur indeks. Misalnya saja Sucorinvest Equity Fund. Produk reksadana berbasis ekuitas dari Sucorinvest Asset Management ini menempatkan investasi mayoritas di sektor keuangan, pertanian dan pertambangan. Portofolio pembagian tersebut berdasarkan data Juni 2017 yang mencatatkan dana kelolaan sebesar Rp 253,92 miliar dengan kinerja per Juni 2017 naik 21,57% dari posisi awal tahun. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan IHSG 10,06% pada periode yang sama. Direktur Investasi PT Sucorinvest Asset Management Indonesia Jemmy Paul Wawointana menjelaskan, strategi untuk produk ini bertopang 60% pada saham LQ45. Tak hanya itu, Sucorinvest melakukan pengelolaan dinamis yang mengikuti pergerakan pilihan sektor yang menguat. "Kalau market capital cukup besar akan kita sesuaikan, kemudian kita pilih berdasarkan siklus pasar atau siklus bisnis yang kita yakini paling menguntungkan," jelas Jemmy saat dihubungi KONTAN, Senin (31/7).
Kinerja Sucorinvest Equity Fund dua kali IHSG
JAKARTA. Melirik pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang mendaki, berinvestasi di reksadana berbasis saham menjadi alternatif yang menguntungkan. Pasalnya, saham ternama jajaran LQ45 dapat memberikan imbal keuntungan dua kali lipat di atas tolok ukur indeks. Misalnya saja Sucorinvest Equity Fund. Produk reksadana berbasis ekuitas dari Sucorinvest Asset Management ini menempatkan investasi mayoritas di sektor keuangan, pertanian dan pertambangan. Portofolio pembagian tersebut berdasarkan data Juni 2017 yang mencatatkan dana kelolaan sebesar Rp 253,92 miliar dengan kinerja per Juni 2017 naik 21,57% dari posisi awal tahun. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan IHSG 10,06% pada periode yang sama. Direktur Investasi PT Sucorinvest Asset Management Indonesia Jemmy Paul Wawointana menjelaskan, strategi untuk produk ini bertopang 60% pada saham LQ45. Tak hanya itu, Sucorinvest melakukan pengelolaan dinamis yang mengikuti pergerakan pilihan sektor yang menguat. "Kalau market capital cukup besar akan kita sesuaikan, kemudian kita pilih berdasarkan siklus pasar atau siklus bisnis yang kita yakini paling menguntungkan," jelas Jemmy saat dihubungi KONTAN, Senin (31/7).