KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan dan laba bersih PT Sunindo Pratama Tbk (
SUNI) kompak menyusut pada paruh pertama tahun 2026 ini. Penjualan SUNI mengalami penurunan 25,99% secara tahunan atau
year on year (yoy) dari Rp 438,17 miliar menjadi Rp 324,28 miliar pada semester I-2026. Laba bersih emiten yang bergerak di bidang aktivitas penunjang industri minyak dan gas bumi (migas) ini bahkan turun lebih dalam. SUNI meraih laba bersih sebesar Rp 58,40 miliar hingga Juni 2026.
Keuntungan SUNI anjlok 35,59% dibandingkan capaian Rp 90,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Sunindo Pratama (SUNI) Raih Kontrak Rp 43,74 Miliar dari Anak Usaha Pertamina Direktur Utama Sunindo Pratama, Willy Johan Chandra mengungkapkan bahwa penurunan pendapatan SUNI pada semester I-2026 terutama disebabkan menurunnya penjualan
Oil Country Tubular Goods (OCTG)
casing. Willy menjelaskan, pada tahun ini terdapat perubahan dinamika dalam penjualan OCTG casing. Willy menyoroti sudah terdapat produsen lokal yang dapat menyuplai permintaan OCTG casing. Sesuai dengan peraturan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), maka untuk bisa berpartisipasi dalam tender diwajibkan untuk dapat memperoleh produk dari produsen lokal tersebut. Saat ini, SUNI sedang melakukan evaluasi, sehingga belum dapat mengikuti tender-tender yang diadakan oleh perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). "Namun demikian penjualan OCTG tubing sebagai
core product SUNI masih cukup stabil karena SUNI merupakan pioner produsen OCTG tubing di Indonesia," ungkap Willy melalui rilis yang disiarkan pada Rabu (29/7/2026). Willy mengatakan bahwa penurunan pendapatan usaha menjadi penyebab utama terpangkasnya laba bersih SUNI pada semester I-2026. Meski laba bersih menurun, Willy menyoroti bahwa ekuitas SUNI masih bisa naik sekitar 4% menjadi Rp 896 miliar.
Baca Juga: Sunindo (SUNI) Menang Tender dari Pertamina Hulu Rokan Senilai Rp 62,55 Miliar Peningkatan ekuitas tersebut sudah termasuk dengan pembagian dividen sebesar Rp 25 miliar. Willy bilang, SUNI dapat membagikan dividen meskipun masih memiliki komitmen investasi untuk penyelesaian pembangunan pabrik ke-2 anak usahanya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM). Selain itu, SUNI menjaga rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan
Debt to Equity Ratio (DER) pada level 0,33 kali. Jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan yaitu maksimal 2,5 kali. Pada semester I-2026, SUNI mencetak arus kas positif dari aktivitas operasional dengan kenaikan sekitar 16% dari Rp 105 miliar menjadi Rp 122 miliar, terutama disebabkan penuran pembayaran kepada para pemasok.
Pada paruh pertama 2026, SUNI melakukan investasi sebesar Rp 66 miliar untuk kelanjutan penyelesaian pembangunan pabrik ke-2 RTM.
Baca Juga: Sunindo (SUNI) Menang Tender dari Pertamina dengan Nilai Kontrak Rp 43,73 Miliar Investasi yang dikucurkan SUNI mengalami penurunan sekitar 37% seiring dengan menurunnya intensitas kegiatan pembangunan proyek ekspansi tersebut. Sementara dari aktivitas pendanaan, terdapat penurunan sekitar 64% menjadi sebesar Rp 17 miliar, karena tidak terdapat tambahan pinjaman bank pada semester I-2026.