KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Superior Prima Sukses Tbk (
BLES), emiten produsen bata ringan berhasil membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Emiten ini optimistis mampu mempertahankan tren kinerja positif sepanjang 2026 seiring membaiknya prospek industri bahan bangunan dan meningkatnya aktivitas pembangunan di sektor properti maupun infrastruktur. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia, BLES meyakini memiliki posisi yang kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan permintaan bata ringan di pasar domestik. Pada kuartal I-2026, BLES membukukan pendapatan sebesar sekitar Rp 334 miliar, meningkat 6,4% secara
year on year (YoY). Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas BLES yang tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp 46,88 miliar, melonjak lebih dari 40 kali lipat secara tahunan.
Penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan BLES. Ini didukung oleh meningkatnya permintaan dari sektor properti, kawasan industri, dan proyek infrastruktur.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Masih Tertekan, Simak Proyeksinya untuk Pekan Ini Andrew, Direktur Superior Prima Sukses mengatakan, pihaknya melihat prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional. "Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026). Memasuki paruh kedua 2026, industri bahan bangunan dinilai mulai menunjukkan momentum yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Berlanjutnya pembangunan proyek perumahan, kawasan industri, gudang logistik, hingga proyek infrastruktur menjadi faktor yang menopang permintaan material konstruksi. Di sisi lain, penggunaan bata ringan terus meningkat seiring kebutuhan pasar terhadap material bangunan yang lebih efisien, berkualitas, dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,33% ke Rp 17.863 per Dolar AS pada Senin (29/6) Siang BLES terus memperkuat keunggulan operasional melalui kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. BLES saat ini mengoperasikan enam fasilitas produksi yang berlokasi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara, sehingga memiliki jangkauan distribusi yang semakin luas sekaligus meningkatkan efisiensi logistik ke berbagai wilayah pemasaran. Keberadaan enam fasilitas produksi tersebut menempatkan BLES pada posisi yang semakin kuat untuk meningkatkan output, menjaga keandalan pasokan, serta memenuhi permintaan bata ringan nasional yang terus bertumbuh. Skala produksi yang besar juga memberikan efisiensi operasional yang menjadi salah satu keunggulan kompetitif BLES di tengah persaingan industri.
Selain memperkuat kapasitas produksi, BLES juga terus mengoptimalkan efisiensi melalui peningkatan produktivitas pabrik, pengelolaan rantai pasok yang lebih terintegrasi, serta penguatan jaringan distribusi. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang. Untuk ke depannya, BLES akan terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri bata ringan nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi, peningkatan efisiensi, perluasan penetrasi pasar, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun, jaringan produksi yang tersebar di lima lokasi strategis, dan fundamental bisnis yang semakin kuat, BLES optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan sepanjang 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News