KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sepanjang 2025 masih mencatat pertumbuhan, tetapi mulai dibayangi tekanan dari konsolidasi industri telekomunikasi. Berdasarkan laporan keuangan audit per akhir Desember 2025, TBIG membukukan pendapatan Rp 6,91 triliun dengan EBITDA Rp 5,94 triliun. Secara tahunan, angka ini relatif stabil, mencerminkan bisnis menara yang masih ditopang kontrak jangka panjang. Jika kinerja kuartal IV disetahunkan, pendapatan mencapai Rp 6,98 triliun dan EBITDA Rp 5,97 triliun. Dari sisi operasional, per 31 Desember 2025, TBIG memiliki 41.892 penyewaan dan 24.321 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 24.212 menara telekomunikasi dan 109 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.783, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) menjadi 1,73.
Kinerja TBIG Tertekan Konsolidasi Operator
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sepanjang 2025 masih mencatat pertumbuhan, tetapi mulai dibayangi tekanan dari konsolidasi industri telekomunikasi. Berdasarkan laporan keuangan audit per akhir Desember 2025, TBIG membukukan pendapatan Rp 6,91 triliun dengan EBITDA Rp 5,94 triliun. Secara tahunan, angka ini relatif stabil, mencerminkan bisnis menara yang masih ditopang kontrak jangka panjang. Jika kinerja kuartal IV disetahunkan, pendapatan mencapai Rp 6,98 triliun dan EBITDA Rp 5,97 triliun. Dari sisi operasional, per 31 Desember 2025, TBIG memiliki 41.892 penyewaan dan 24.321 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 24.212 menara telekomunikasi dan 109 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.783, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) menjadi 1,73.
TAG: