Kinerja tertekan, Apexindo (APEX) minta dukungan pemerintah di sektor hulu migas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas) PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berusaha mempertahankan kinerjanya di sisa tahun 2020. Emiten ini pun sangat membutuhkan dukungan pemerintah mengingat industri migas tanah air sedang lesu.

Sebagai pengingat, APEX mengalami penurunan pendapatan sebesar 15,96% (yoy) menjadi US$ 18,26 juta di kuartal pertama 2020 lalu. Perusahaan ini juga menderita rugi bersih sebesar US$ 7,34 juta meski nilai tersebut turun 24,48% (yoy) secara tahunan.

General Manager Corporate Finance & Investor Relations APEX Pretycia Darma mengatakan, pada dasarnya APEX masih tetap berusaha memaksimalkan utilisasi seluruh alat, termasuk rig-rig yang dimiliki perusahaan. APEX juga berupaya mengikuti tender-tender jasa migas yang potensial di sisa tahun ini.


Baca Juga: Kinerja Apexindo Pratama Duta (APEX) lesu, pendapatan di kuartal I-2020 turun 15%

Strategi tersebut diharapkan dapat membantu APEX melewati berbagai tantangan bisnis yang terjadi sepanjang tahun ini.

“Sebagai penyedia jasa migas, kinerja APEX sangat bergantung kepada kegiatan eksplorasi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia,” ungkap dia, Minggu (19/7).

Pretycia menyebut, APEX memerlukan dukungan nyata dari pemerintah agar program-program kerja KKKS serta aktivitas industri hulu migas Indonesia tetap berjalan sesuai dengan rencana. Kinerja industri migas sedang turun lantaran tertekannya harga minyak global dan efek pandemi Covid-19.

Jika tidak ada dukungan dan peran aktif pemerintah, dikhawatirkan industri migas nasional akan semakin lesu dan banyak pelaku usaha yang tidak mampu bertahan, tak terkecuali APEX.

Dalam catatan Kontan, mayoritas pendapatan APEX di kuartal satu diperoleh dari Grup Pertamina, salah satunya PT Pertamina Hulu Mahakam sebesar US$ 14,76 juta. Selain itu, emiten tersebut juga meraih pendapatan dari PT Pertamina Geothermal Energy sebesar Rp 2,88 juta dan PT PHE Offshore North West Java sebesar US$ 612.860.

Baca Juga: Apexindo Pratama Duta (APEX) raih kinerja keuangan positif sepanjang 2019

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat