Kinerja tumbuh, harga saham Integra Indocabinet (WOOD) masih tertinggal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk mencetak kinerja yang memuaskan sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Emiten dengan kode saham WOOD ini membukukan pendapatan hingga Rp 2,14 triliun atau naik 92% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan mencermati, pertumbuhan yang signifikan itu didukung oleh permintaan yang furnitur yang kuat dari pasar AS. Asal tahu saja, sejak tahun 2020, WOOD memang lebih fokus pada penjualan ekspor ke AS didukung permintaan yang terpendam dari AS karena adanya ketegangan antara China dan AS. 

Peningkatan dari sisi top line turut mengerek laba bersih WOOD sepanjang enam bulan pertama tahun 2021 hingga 95% yoy. Adapun secara triwulanan, laba bersih kuartal kedua 2021 saja naik 18% dibanding kuartal sebelumnya atau quarter on quarter (qoq), dan 112% secara yoy. 


Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) yakin sales order terus meningkat sampai tutup tahun

 
WOOD Chart by TradingView

Sekedar informasi, sebelumnya di bulan Oktober 2021, WOOD merevisi pertumbuhan target penjualan sepanjang tahun ini menjadi 50% secara tahunan. Mengingat, pesanan penjualan pada tujuh bulan pertama tahun 2021 saja sudah melampaui target sebelumnya di Rp 3,7 triliun. Menurut catatan Kontan, sepanjang Januari hingga Agustus 2021, WOOD sudah mencatatkan sales order hingga Rp 4,25 triliun. 

"Kami berharap, mengingat pesanan penjualan yang meningkat pada bulan Juli dan Agustus, dan mungkin pada bulan September, WOOD akan dapat membukukan peningkatan pendapatan yang substansial di kuartal ketiga 2021," kata Rizkia dalam riset, Kamis (21/10). 

Kendati  tidak memberikan rating terhadap WOOD, Mirae Asset Sekuritas mencermati, untuk saat ini WOOD diperdagangkan pada P/E yang tertinggal 10,7 kali (-0.9 SD dari P/E rata-rata 3 tahun). Beberapa risiko investasi yang perlu dipertimbangkan investor adalah risiko regulasi, risiko force majeure fasilitas produksi, dan ketergantungan pada permintaan AS. 

Baca Juga: Ini alasan Integra Indocabinet (WOOD) kerek target penjualan di tahun ini

Pada penutupan perdagangan Kamis (21/10), harga WOOD bertengger di Rp 715 per saham. Pergerakan sahamnya tercatat menguat 27,68% sejak awal tahun atau year to date. Akan tetapi sejak enam bulan terakhir cenderung turun 12,80%. 

Sekadar informasi, pada pemberitaan kontan sebelumnya, manajemen WOOD optimistis pesanan penjualan di semester kedua 2021 akan lebih tinggi. Ini terdorong permintaan yang besar dari segmen furnitur dan komponen bangunan yang terus bertumbuh. Adapun AS diperkirakan masih akan menjadi kontributor penjualan terbesar, setelahnya disusul wilayah lain seperti Eropa dan penjualan domestik. 

Baca Juga: Wow, Integra Indocabinet (WOOD) Kebanjiran Pesanan dari Amerika Serikat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati