Kinerja Unitlink Saham Tertekan, Return Turun 9,21% hingga September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan pasar saham sepanjang September 2026 turut menyeret kinerja produk unitlink berbasis saham. Hingga akhir September 2026, rata-rata return unitlink saham tercatat mengalami kontraksi 9,21% secara year to date (ytd).

Berdasarkan data Infovesta, kinerja unitlink saham tersebut memburuk dibandingkan posisi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, rata-rata return unitlink berbasis saham tercatat terkontraksi sebesar 5,11%.

Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan, kinerja unitlink berbasis saham tidak terlepas dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut dia, pelemahan IHSG sebesar 6,96% sepanjang September 2026 turut memberikan tekanan terhadap return unitlink berbasis saham.


"Pengaruhnya cukup signifikan," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: TWP90 Fintech Lending Naik Jadi 4,73% per Agustus 2026, Ini Kata AFPI

Wawan menjelaskan, sepanjang September 2026, Infovesta Equity Unit Linked Index turun 4,89%. Sementara itu, rata-rata return dari 219 unitlink saham yang dipantau Infovesta turun 4,54%.

Menurut Wawan, hanya 24 produk unitlink saham yang berhasil mencatatkan return positif selama September 2026. Sebagian besar produk tersebut merupakan unitlink saham yang memiliki basis investasi global atau offshore.

Wawan mengatakan, unitlink saham yang berinvestasi di pasar domestik mencatatkan rata-rata penurunan sebesar 5,75%. Sementara itu, unitlink saham berbasis global hanya mengalami penurunan sekitar 2,08%.

Meski tertekan, Wawan menyebut penurunan rata-rata return unitlink saham sebesar 4,54% sepanjang September 2026 masih lebih rendah dibandingkan pelemahan IHSG yang mencapai 6,96% pada periode yang sama.

Secara year to date (ytd), kinerja unitlink saham juga masih lebih baik dibandingkan pergerakan IHSG. Wawan mengatakan, IHSG telah terkoreksi 29,79% hingga September 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari komposisi aset sejumlah produk unitlink yang memiliki porsi investasi global maupun kas lebih besar sehingga dapat meredam tekanan dari pasar saham domestik.

Baca Juga: Baru 20% Aset Negara Sudah Diasuransikan, AAUI Ungkap Masalahnya

Sementara itu, berdasarkan data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis campuran mengalami kontraksi sebesar 6,52% per September 2026. Kinerja tersebut memburuk dibandingkan posisi Agustus 2026 yang mencatatkan kontraksi sebesar 4,37%.

Unitlink berbasis pendapatan tetap juga masih mencatatkan kinerja negatif. Rata-rata return produk tersebut terkontraksi 1,06% hingga September 2026, lebih dalam dibandingkan kontraksi sebesar 0,56% pada Agustus 2026.

Di tengah tekanan pada sebagian besar kategori unitlink, produk berbasis pasar uang justru mampu mencatatkan kinerja positif. Hingga September 2026, rata-rata return unitlink pasar uang mencapai 2,66%.

Kinerja tersebut juga meningkat dibandingkan posisi Agustus 2026, ketika rata-rata return unitlink berbasis pasar uang tercatat sebesar 2,26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News