King Tire (TYRE) Kejar Penjualan Tumbuh 5% di 2026, Begini Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ban PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE) berupaya memaksimalkan penjualan pada tahun 2026. Untuk itu, perusahaan berfokus mengoptimalkan produksi dan meningkatkan efisiensi.

Menilik laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, produsen ban dengan jenama Kingland ini mencatat penurunan penjualan sebesar 17,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 160,33 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp 132,96 miliar.

Adapun rinciannya, pendapatan dari ban luar mendominasi dengan menyumbang sebesar Rp 94,95 miliar, sedangkan pendapatan dari ban dalam berkontribusi sebesar Rp 38 miliar.


Sementara itu, laba bersih sebelum efek penyesuaian performa tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 5,38 miliar, juga menurun 35,3% dari Rp 8,31 miliar pada kuartal I-2025.

Baca Juga: Rupiah Loyo Menekan Margin, Sharp Indonesia Catat Pertumbuhan, Simak Strateginya

Manajemen TYRE memaparkan, penurunan kinerja pada tiga bulan pertama awal tahun ini dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya, keadaan geopolitik yang mengakibatkan harga bahan baku menanjak naik.

Nilai tukar rupiah yang melemah dan ketidakpastian kondisi ekonomi di Indonesia juga mengakibatkan masyarakat memprioritaskan kebutuhan pokok, sehingga penjualan ban menurun. Adapun banyaknya hari libur kerja di kuartal pertama tahun ini juga menahan laju produksi perusahaan.

Di tahun ini, TYRE juga akan mengoptimalkan penjualan ban untuk kendaraan listrik/electric vehicle (EV). 

"Kita sudah mendistribusikan ke perusahaan EV Polytron dengan sangat agresif, untuk jenis kendaraan Polytron Fox," ujar Direktur Utama TYRE Harris Muliawan dalam agenda public expose, Senin (22/6/2026).

Ia melanjutkan, perusahaan memandang prospek industri ban hingga akhir tahun masih tertantang kondisi ekonomi dan politik dalam negeri. Oleh karena itu, mengoptimalkan produksi sambil meningkatkan efisiensi menjadi langkah yang ditempuh oleh TYRE.

 
TYRE Chart by TradingView

Tahun ini, perusahaan juga akan membeli beberapa mesin yang akan beroperasi pada 2026 ini untuk menambah kapasitas produksi.

Dengan begitu, manajemen optimistis masih mampu meraih pertumbuhan penjualan sebesar 5% pada tahun ini dibandingkan tahun 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News