KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejak mewabah dari China akhir tahun 2019, virus corona terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hingga akhirnya, secara resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai pandemi global. Namun, hampir setahun pandemi Covid-19 ini berlangsung, jumlah orang yang terinfeksi di seluruh dunia sudah mencapai angka 50 juta. Bahkan, hingga kini lebih dari selusin kandidat vaksin Covid-19 masih dalam tahap pengujian, beberapa telah hampir menyelesaikan fase 3 atau tahap akhir uji klinis. Semakin tingginya angka infeksi Covid-19, sejumlah negara juga kembali memberlakukan lockdown setelah mencatat rekor penambahan jumlah kasus. Kendati berbagai strategi dan kebijakan telah dilakukan, sejumlah ilmuwan dan pakar kesehatan menilai hal itu masih terlalu terbatas untuk menghentikan laju infeksi yang disebabkan virus corona baru, SARS-CoV-2.
Kini Covid-19 sudah menjadi sindemi, bukan pandemi, apa itu?
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejak mewabah dari China akhir tahun 2019, virus corona terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hingga akhirnya, secara resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai pandemi global. Namun, hampir setahun pandemi Covid-19 ini berlangsung, jumlah orang yang terinfeksi di seluruh dunia sudah mencapai angka 50 juta. Bahkan, hingga kini lebih dari selusin kandidat vaksin Covid-19 masih dalam tahap pengujian, beberapa telah hampir menyelesaikan fase 3 atau tahap akhir uji klinis. Semakin tingginya angka infeksi Covid-19, sejumlah negara juga kembali memberlakukan lockdown setelah mencatat rekor penambahan jumlah kasus. Kendati berbagai strategi dan kebijakan telah dilakukan, sejumlah ilmuwan dan pakar kesehatan menilai hal itu masih terlalu terbatas untuk menghentikan laju infeksi yang disebabkan virus corona baru, SARS-CoV-2.