JAKARTA. Koreksi pasar modal yang terjadi sebulan terakhir memaksa manajer investasi (MI) meracik strategi portofolio baru agar imbal hasil reksadana tetap optimal. Sejumlah manajer investasi memilih menerapkan strategi defensif pada portofolio reksadana. Salah satu manajer investasi yang menerapkan strategi tersebut adalah PT Panin Asset Management. Direktur PAM Ridwan Soetedja melihat, laju perekonomian nasional pada kuartal II-2015 masih melambat, sama seperti kuartal sebelumnya. "Kami melihat kuartal II ini masih berat," ungkap Ridwan. Maka ia menilai, strategi portofolio reksadana Panin Asset Management yang tepat dalam kondisi saat ini adalah defensif dengan meningkatkan porsi efek pasar uang. Untuk reksadana saham, porsi efek ini naik menjadi di atas 10%. "Sebelumnya saat agresif, porsinya selalu di bawah 10%," tambah Ridwan.
Kini manajer investasi menjadi lebih defensif
JAKARTA. Koreksi pasar modal yang terjadi sebulan terakhir memaksa manajer investasi (MI) meracik strategi portofolio baru agar imbal hasil reksadana tetap optimal. Sejumlah manajer investasi memilih menerapkan strategi defensif pada portofolio reksadana. Salah satu manajer investasi yang menerapkan strategi tersebut adalah PT Panin Asset Management. Direktur PAM Ridwan Soetedja melihat, laju perekonomian nasional pada kuartal II-2015 masih melambat, sama seperti kuartal sebelumnya. "Kami melihat kuartal II ini masih berat," ungkap Ridwan. Maka ia menilai, strategi portofolio reksadana Panin Asset Management yang tepat dalam kondisi saat ini adalah defensif dengan meningkatkan porsi efek pasar uang. Untuk reksadana saham, porsi efek ini naik menjadi di atas 10%. "Sebelumnya saat agresif, porsinya selalu di bawah 10%," tambah Ridwan.