JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk menetapkan harga saham initial public offering (IPO) senilai Rp 3.800 per saham. Harga itu di batas bawah dari rentang penawaran Rp 3.750-Rp 5.225 per saham. Kino menjual 228,57 juta saham baru setara 16% modal ditempatkan dan disetor penuh. Jika IPO lancar, Kino akan mereguk dana segar Rp 868,65 miliar. Penawaran saham Kino sejak 10 November dan berakhir 20 November. "Saham ini diserap investor asing dan lokal," ujar Direktur Utama Kino Harry Sanusi, kepada KONTAN, Rabu (25/11). Perusahaan konsumer tersebut akan menggunakan 27% dana IPO untuk mengakuisisi merek atau penyertaan modal di industri sejenis. Namun, Harry belum menyebut target akuisisi tersebut. Kemudian 50% dana IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex).
Kino membidik dana IPO Rp 869 miliar
JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk menetapkan harga saham initial public offering (IPO) senilai Rp 3.800 per saham. Harga itu di batas bawah dari rentang penawaran Rp 3.750-Rp 5.225 per saham. Kino menjual 228,57 juta saham baru setara 16% modal ditempatkan dan disetor penuh. Jika IPO lancar, Kino akan mereguk dana segar Rp 868,65 miliar. Penawaran saham Kino sejak 10 November dan berakhir 20 November. "Saham ini diserap investor asing dan lokal," ujar Direktur Utama Kino Harry Sanusi, kepada KONTAN, Rabu (25/11). Perusahaan konsumer tersebut akan menggunakan 27% dana IPO untuk mengakuisisi merek atau penyertaan modal di industri sejenis. Namun, Harry belum menyebut target akuisisi tersebut. Kemudian 50% dana IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex).