KINO mencatat kinerja stagnan



JAKARTA. Performa PT Kino Indonesia Tbk (KINO) hingga September 2016 terlihat stagnan. Pada periode tersebut, KINO mencatat penjualan Rp 2,7 triliun, naik tipis sekitar 2% year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok juga mengalami kenaikan tipis, sebesar 2% yoy menjadi Rp 1,59 triliun dari sebelumnya Rp 1,55 triliun. Sementara, porsi beban pokok terhadap penjualan relatif sama, sekitar 59%.

Dus, laba kotor KINO tercatat mengalami kenaikan hanya sekitar 1% yoy menjadi Rp 1,1 triliun. Porsi beban pokok yang relatif sama tersebut juga membuat perolehan marjin laba kotor KINO tertahan. Levelnya relatif stagnan, sekitar 41%.


Sejatinya, KINO memperoleh pendapatan bunga dengan kenaikan yang cukup signifikan, dari semula Rp 1,49 miliar pada kuartal I-2015 lalu lompat lima belas kali lipat menjadi Rp 23,59 miliar.

Namun, kenaikan ini kurang mampu mengompensasi kenaikan pos beban umum dan administrasi. Pada pos ini, KINO mencatat kenaikan sekitar 11% yoy menjadi Rp 190,46 miliar. Beban penjualan perseroan juga naik 12% yoy menjadi Rp 672,96 miliar.

Tapi setidaknya beban pajak penghasilan KINO turun menjadi Rp 41,55 miliar dari sebelumnya Rp 63,47 miliar.

Sehingga, KINO masih mampu mencatat laba bersih Rp 184,64 miliar meski hanya naik tipis, kurang dari 1% yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto