JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) semakin mantap memandang kinerjanya pasca penawaran saham perdana. Emiten konsumer ini memperkirakan pendapatannya akan tumbuh 17%. Kemudian, labanya diprediksi naik 9% pada 2016. “Tahun depan akan jauh lebih baik daripada tahun ini,” ucap Direktur Utama KINO Harry Sanusi, Jumat, (11/12). Sedangkan, pendapatannya tahun ini diperkirakan naik 8%. Pada tahun 2014, penjualan KINO tercatat Rp 3,39 triliun. Ini berarti, perolehan pendapatannya di 2015 diproyeksikan Rp 3,66 triliun. KINO baru saja melangsungkan Initial Public Offering (IPO). Dus, KINO meraup dana Rp 868,65 miliar. Harry mengatakan, raihan dana IPO tersebut masih cukup untuk rencana ekspansinya di tahun depan. Saham KINO dilabelkan dengan harga Rp 3.800. Harga tersebut mendekati rentang bawah penawaran di kisaran Rp 3.750 sampai Rp 5.225. Adapun, KINO melepas 228,57 juta saham atau 16% modal ditempatkan dan disetor penuhnya. Dengan IPO ini, rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) menurun dengan bertambahnya ekuitas perseroan. Harry bilang, tadinya DER KINO adalah 0,9x. Lalu kini, posisi DER-nya menjadi 0,4x. Menurutnya, KINO masih memiliki ruang untuk mencari pinjaman. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
KINO targetkan pendapatan tumbuh 17% di 2016
JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) semakin mantap memandang kinerjanya pasca penawaran saham perdana. Emiten konsumer ini memperkirakan pendapatannya akan tumbuh 17%. Kemudian, labanya diprediksi naik 9% pada 2016. “Tahun depan akan jauh lebih baik daripada tahun ini,” ucap Direktur Utama KINO Harry Sanusi, Jumat, (11/12). Sedangkan, pendapatannya tahun ini diperkirakan naik 8%. Pada tahun 2014, penjualan KINO tercatat Rp 3,39 triliun. Ini berarti, perolehan pendapatannya di 2015 diproyeksikan Rp 3,66 triliun. KINO baru saja melangsungkan Initial Public Offering (IPO). Dus, KINO meraup dana Rp 868,65 miliar. Harry mengatakan, raihan dana IPO tersebut masih cukup untuk rencana ekspansinya di tahun depan. Saham KINO dilabelkan dengan harga Rp 3.800. Harga tersebut mendekati rentang bawah penawaran di kisaran Rp 3.750 sampai Rp 5.225. Adapun, KINO melepas 228,57 juta saham atau 16% modal ditempatkan dan disetor penuhnya. Dengan IPO ini, rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) menurun dengan bertambahnya ekuitas perseroan. Harry bilang, tadinya DER KINO adalah 0,9x. Lalu kini, posisi DER-nya menjadi 0,4x. Menurutnya, KINO masih memiliki ruang untuk mencari pinjaman. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News