KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen ikut menjaga ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan masyarakat maupun industri. PIS mengoptimalkan penggunaan armada pengangkut LPG, salah satunya melalui kapal tanker gas raksasa Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas Dahlia. Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita mengungkapkan bahwa Pertamina Gas Dahlia saat ini sedang melayani pelanggan (customer) pihak ketiga dari internasional maupun domestik. Pertamina Gas Dahlia mengangkut muatan komponen bahan LPG, propane butane, untuk beragam pelanggan di Indonesia maupun negara lainnya.
Baca Juga: Pajak Ditanggung Pemerintah, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Lebih Terjangkau Pertamina Gas Dahlia telah berlabuh di LPG Terminal Tanjung Sekong, Banten pada Jumat (24/4/2026). Kapal VLGC dengan kapasitas mencapai 58.000 metrik ton ini kembali berlabuh di Indonesia setelah sekitar dua tahun berlayar menjelajahi rute internasional. "Kapal Pertamina Gas Dahlia ini mengambil muatan dari Houston - Amerika Serikat. Lalu berlayar sampai ke Port Klang - Malaysia melayani customer di sana. Lanjut ke Tanjung Sekong, lalu ke Merak, dan akan berlayar ke Fujairah - Uni Emirat Arab. Ini adalah salah satu contoh kapal yang melayani pasar kompleks, ada pasar internasiional dan pasar domestik," jelas Vega saat kunjungan Media ke Pertamina Gas Dahlia, Jumat (24/4/2026). Dalam pelayaran dari Houston hingga ke Indonesia kali ini, Pertamina Gas Dahlia mengangkut sekitar 41.400 metrik ton bahan LPG. Vega menambahkan, Pertamina Gas Dahlia telah lolos sertifikasi Ship Inspection Report Programme (SIRE), yang diterbitkan oleh salah satu perusahaan minyak dan gas (migas) internasional, ENI. Sertifikasi SIRE menandakan bahwa Pertamina Gas Dahlia memenuhi standar perusahaan migas skala global. Dengan mengantongi sertifikasi SIRE, kapal bisa masuk dan beraktivitas di pelabuhan internasional. "Tidak semua kapal tanker itu lolos SIRE. Kalau nggak lolos, akan sulit masuk ke pelabuhan-pelabuhan oil & gas major. Kalau sudah lolos (SIRE), bisa beraktivitas di pelabuhan," jelas Vega.
Baca Juga: Lanjutkan Perjuangan Kartini, Yani Panigoro Sebut Posisi Pimpinan Medco 20% Perempuan Vega mengatakan bahwa Pertamina Gas Dahlia merupakan salah satu kapal kebanggaan PIS dengan awak kapal yang seluruhnya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Apalagi, Pertamina Gas Dahlia juga telah berhasil mengarungi rute internasional dengan mengelilingi satu putaran bumi. Saat berlabuh ke LPG Terminal Tanjung Sekong, Pertamina Gas Dahlia dinakhodai oleh Kapten Marshel William. Pria berdarah Ambon ini sudah bergabung dengan Pertamina Group sejak tahun 2013. Pertamina Gas Dahlia adalah kapal keenam yang dinakhodai oleh Marshel. Marshel menakhodai Pertamina Gas Dahlia untuk berlayar ke berbagai negara. Mulai dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika. "Pada Januari 2026 kami juga sempat melalui Selat Hormuz, untungnya saat itu belum terjadi perang seperti sekarang," kenang Marshel. Marshel menegaskan bahwa kru dan armada kapal Pertamina memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengarungi rute internasional. Pertamina Gas Dahlia dijalankan oleh 24 orang awak kapal. Salah satunya merupakan kru wanita, yakni Roro Anka Nurasti Ramadhani. Lulusan Nautika dari Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang ini menjabat sebagai mualim III atau third officer di Pertamina Gas Dahlia. Sebelumnya, Roro juga pernah bergabung dengan kapal milik Pertamina lainnya untuk berlayar ke Laut Mediteriania, Eropa, hingga ke Aljazair dan Mesir.
Baca Juga: Citroën dan Express Transindo (TAXI) Lanjutkan Kerja Sama Armada Kendaraan Listrik Sementara itu, Vega menyatakan bahwa PIS berkomitmen mendukung kru Indonesia untuk menjalankan armada kapal-kapal Pertamina dalam upaya menjaga pasokan energi. PIS juga berencana untuk menambah jumlah armada melalui ekspansi organik maupun akuisisi. "Tentu, aspirasinya kalau mau bertumbuh harus menambah aset. (Strategi) untuk bertumbuh itu macam-macam, bisa organik, bisa anorganik, kami lihat ke depannya," tandas Vega. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News