JAKARTA. Kebijakan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ternyata tidak mengurangi kiriman uang masuk ke dalam negeri. Jumlah remitansi dari pahlawan devisa selama Januari-Juni 2015, lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2TKI) mencatat, remitansi TKI pada Januari-juni sudah mencapai US$ 3,8 miliar. Jumlah ini lebih besar 1116,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dirupiahkan, kiriman masuk dari TKI mencapai sekitar Rp 49,5 triliun. Aliran dana yang masuk makin kencang menjelang Lebaran. "Paling banyak dana mengalir masih dari Arab Saudi, kedua Malaysia dan taiwan," kata Kepala TNP2TKI Nusron Wahid di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/7).
Kiriman uang TKI mencapai US$ 3,8 miliar
JAKARTA. Kebijakan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ternyata tidak mengurangi kiriman uang masuk ke dalam negeri. Jumlah remitansi dari pahlawan devisa selama Januari-Juni 2015, lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2TKI) mencatat, remitansi TKI pada Januari-juni sudah mencapai US$ 3,8 miliar. Jumlah ini lebih besar 1116,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dirupiahkan, kiriman masuk dari TKI mencapai sekitar Rp 49,5 triliun. Aliran dana yang masuk makin kencang menjelang Lebaran. "Paling banyak dana mengalir masih dari Arab Saudi, kedua Malaysia dan taiwan," kata Kepala TNP2TKI Nusron Wahid di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/7).