KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) sebagai Regional Internasional Subholding Upstream memiliki beberapa wilayah operasi di luar negeri salah satunya di Irak. PIEP melalui anak perusahaannya Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP), turut mengemban amanat untuk menjaga ketahanan energi nasional. Abdul Azis, salah satu Perwira PIEP membagikan pengalaman menariknya dengan menjadi Secondee di Irak. Memiliki pengalaman lima tahun sebelumnya di Algeria, saat ini, Azis bertugas sebagai Maintenance Planning Section Head di West Qurna (WQ) 1 Field Operation Division (FOD). Tentunya, pola kerja di luar negeri ini memiliki keunikan tersendiri. “Sebelum kami berangkat ke Irak untuk assignment pertama, kami wajib untuk memenuhi kelengkapan 14 vaksin terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan screening untuk Human Immunodeficiency Virus (HIV) serta Malaria selama tiga bulan sekali. Para pekerja ini dipastikan untuk berada dalam kondisi fit to work untuk ‘Pre-travel Health Assessment’ (PTHA) sebelum penugasan ke luar negeri 14 hari sebelum keberangkatan," ujar Azis dalam keterangan tertulis, Jumat (10/12).
Kisah Abdul Azis, Perwira Pertamina Internasional EP yang jadi secendee di Irak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) sebagai Regional Internasional Subholding Upstream memiliki beberapa wilayah operasi di luar negeri salah satunya di Irak. PIEP melalui anak perusahaannya Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP), turut mengemban amanat untuk menjaga ketahanan energi nasional. Abdul Azis, salah satu Perwira PIEP membagikan pengalaman menariknya dengan menjadi Secondee di Irak. Memiliki pengalaman lima tahun sebelumnya di Algeria, saat ini, Azis bertugas sebagai Maintenance Planning Section Head di West Qurna (WQ) 1 Field Operation Division (FOD). Tentunya, pola kerja di luar negeri ini memiliki keunikan tersendiri. “Sebelum kami berangkat ke Irak untuk assignment pertama, kami wajib untuk memenuhi kelengkapan 14 vaksin terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan screening untuk Human Immunodeficiency Virus (HIV) serta Malaria selama tiga bulan sekali. Para pekerja ini dipastikan untuk berada dalam kondisi fit to work untuk ‘Pre-travel Health Assessment’ (PTHA) sebelum penugasan ke luar negeri 14 hari sebelum keberangkatan," ujar Azis dalam keterangan tertulis, Jumat (10/12).