Kisah dan Kekayaan Pendiri Cimory Sebagai Orang Terkaya di Indonesia 2022



KONTAN.CO.ID - Cimory Group adalah produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis protein di Indonesia. Produk Cimory yang paling terkenal adalah yogurt dan susu. 

Selain itu, Cimory juga memiliki tempat wisata di beberapa daerah di Indonesia. Seperti Semarang, Bogor, Pasuruan, dan terbaru di Boyolali. 

Cimory juga memiliki produk sosis premium dengan merek Kanzler. Nah, meningkatnya permintaan masyarakat Indonesia akan produk susu ini membuat pendiri Cisarua Mountain Dairy (Cimory), Bambang Sutantio masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia 2022 versi Forbes. 


Bambang Sutantio berada di peringkat 24 dalam daftar orang terkaya di Indonesia 2022. Lantas, seperti apa sejarah dan kisah pendiri Cimory? 

Baca Juga: Cimory (CMRY) Raih Investasi Strategis Rp 2 Triliun

Sejarah Cimory  

Sejarah Cimory dimulai dari perusahan yang bernama PT Macroprima Panganutama. PT Macroprima Panganutama adalah perusahaan pertama yang didirikan pada 1993 sebagai bagian dari grup Cimory yang berfokus pada pengolahan daging. 

Dirangkum dari laman resmi Cimory, Kanzler adalah merek daging olahan pertama yang dimiliki oleh PT Macroprima Panganutama. Selanjutnya, pada 2004, Bambang Sutantio mendirikan pengolahan susu di Cimory Restaurant di Puncak bernama Cisarua Mountain Dairy. 

Pendirian Cisarua Mountain Dairy tersebut terinspirasi untuk mendukung petani di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Seiring berkembangnya bisnis, Cimory menjalin kemitraan dengan koperasi susu di sekitar kecamatan Cisarua. 

Baca Juga: Cimory (CMRY) Umumkan Investasi Strategis Senilai US$130 Juta dari General Atlantic

Lalu, pada 2007, Cimory pertama kali meluncurkan minuman Cimory Yogurt dan mulai menjual produk susu melalui ritel moderen. Selanjutnya, pada 2011, Cimory memperluas fasilitas produksi untuk pengolahan susu di pabrik baru mereka di Sentul. 

Pada 2012, Cimory meluncurkan produk mayones dengan merek Euro Gourmet. Kemudian, Cimory terus melakukan diferensiasi produk dan juga menambah channel distribusi mereka. 

Beberapa produk baru yakni Kanzler nugget, susu UHT Cimory, saus Euro Goumet, Cimory Yoghurt Low Fat, Cimory Squeeze, maupun Cimory UHT Milk chocolate series. 

Baca Juga: Kekayaan 50 Taipan Indonesia di Daftar Forbes 2022 Cetak Rekor Rp 2.808 Triliun

Kekayaan pendiri Cimory, Bambang Sutantio 

Meningkatnya permintaan masyarakat Indonesia akan produk susu membuat Bambang Sutantio, pendiri Cisarua Mountain Dairy, masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2022. 

Dikutip dari laman Forbes, total kekayaan bersih Bambang Sutantio mencapai US$ 1,85 miliar. Pendapatan Cimory juga meningkat pesat ditopang oleh penjualan produk susu dan makanan beku yang meningkat lebih dari dua kali lipat. 

Perusahaan ini memiliki hampir 2.700 karyawan dan lima pabrik, tiga pabrik menghasilkan produk susu dan dua pabrik daging olahan. Cimory pun berencana menggandakan kapasitas pabrik susunya. 

Baca Juga: Bidik Kenaikan Kinerja, Cimory (CMRY) Rilis Produk Baru & Perluas Jaringan Pemasaran

Sementara itu, menurut riset Euromonitor, Cimory saat ini menjadi pemimpin pasar domestik untuk produk yogurt. Pendiri Cimory, Bambang Sutantio adalah lulusan teknologi pangan di Technical University of Berlin. 

Setelah lulus pada tahun 1984, Bambang Sutantio menjadi sales engineer di Jakarta untuk Fuehrmeister, sebuah perusahaan peralatan industri Jerman yang membuat mesin untuk pabrik makanan dan minuman. 

Nah, dari sinilah Bambang Sutantio banyak belajar mengenai industri tersebut. Pada 1993, Bambang Sutantio memulai usahanya dari nol di garasi rumahnya.

Baca Juga: Cimory Dairyland Puncak, Taman Hiburan Vibes Eropa di Bogor

Perusahaan pertamanya, Macroprima Panganutama, kini menjadi unit Cimory dan memproduksi sosis dengan merek Kanzler. Cimory, yang juga merupakan nama merek produk susu perusahaan, didirikan oleh Bambang Sutantio pada tahun 2004. 

Cimory sebagian besar berfokus pada pasar domestik, tetapi mengekspor beberapa barang ke Singapura dan Filipina, dengan rencana akhir untuk memperluas ke Vietnam dan Malaysia. 

Bambang Sutantio adalah presiden komisaris Cimory, sementara putra sulungnya, Farell Grandisuri Sutantio, menjabat sebagai presiden direktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News