KONTAN.CO.ID - Bayangkan seorang remaja 16 tahun di Miami mengelola kamp musim panas di halaman belakang rumahnya, mematok biaya US$ 600 per anak, dan mewajibkan peserta membaca “The Lord of the Rings” sebagai bagian dari kurikulum. Inilah Jeff Bezos sebelum dikenal sebagai pendiri Amazon dan salah satu orang terkaya di dunia. Usaha perdananya ini bernama The Dream Institute. Kamp ini bukan sekadar kegiatan musim panas biasa. Saat remaja lain bekerja di restoran cepat saji atau pusat perbelanjaan, Bezos sudah menunjukkan jiwa wirausaha yang kelak membangun kerajaan bisnis global.
The Dream Institute: Awal Perjalanan Bisnis Bezos
Didirikan pada awal 1980-an ketika Bezos masih SMA, The Dream Institute adalah kamp pendidikan untuk siswa kelas empat hingga enam SD. Program ini berlangsung sepuluh hari dengan biaya US$ 600 per anak, jumlah yang tergolong tinggi untuk ukuran kamp musim panas kala itu. Keunikan kamp ini terletak pada kurikulum yang berfokus pada sains, matematika, dan literatur. Bacaan wajibnya meliputi buku-buku menantang seperti The Lord of the Rings, Stranger in a Strange Land, dan Dune. Materi sains membahas topik seperti bahan bakar fosil dan eksplorasi luar angkasa. Dengan total enam peserta, termasuk dua adiknya, kamp ini bertujuan mengasah kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah.Tanda Awal Kejeniusan Bisnis
Pada usia 16 tahun, Bezos sudah memahami bahwa pelanggan menginginkan nilai lebih, bukan sekadar hiburan. Orang tua yang mendaftarkan anak ke The Dream Institute tidak hanya membayar biaya penitipan, tetapi juga berinvestasi pada perkembangan intelektual anak. Pendekatan berorientasi pelanggan ini kelak menjadi inti strategi bisnis Amazon. Keberaniannya mengambil langkah tak lazim, mengajarkan literatur dan sains kompleks pada anak SD, membuktikan kemampuannya mematahkan batasan. Ketertarikannya pada luar angkasa juga sudah terlihat sejak dini. Semua ini menunjukkan kepemimpinan dan pola pikir inovatif yang akan ia bawa ke bisnis di masa depan. Baca Juga: Transjakarta Raih Peringkat idAA+ dari PefindoPelajaran dari Bisnis Pertama Jeff Bezos
- Mulai Kecil, Pikir Besar
- Fokus pada Nilai Pelanggan
- Berani dengan Pendekatan Tak Biasa
- Passion Mendorong Kesuksesan
- Nilai Premium untuk Harga Premium
- Memulai sedini mungkin, usia bukan hambatan.
- Fokus pada nilai, bukan sekadar keuntungan cepat.
- Harga premium layak jika nilainya sepadan.
- Pendekatan unik membedakan dari pesaing.
- Passion pribadi adalah bahan bakar kesuksesan.
- Mulai kecil dengan visi besar di masa depan.