KONTAN.CO.ID - Jakarta, 22 April 2026 — Peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor krusial bagi pengusaha ultra mikro dalam menghadapi persaingan bisnis di sektor akar rumput, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar. Penguatan literasi keuangan, kemampuan manajerial, serta adaptasi digital menjadi kebutuhan utama agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing yang menjual. Menjawab kebutuhan tersebut, sebuah lembaga keuangan plat merah yang fokus memberdayakan masyarakat prasejahtera yakni Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berkolaborasi dengan Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang menyelenggarakan kegiatan Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026 dengan tujuan menaikan kelas nasabah binaan terbaik PNM. Mekaarpreneur merupakan program inkubasi bisnis selama 3 bulan dari PNM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan nasabah. Program ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Melalui pendekatan ini, PNM mendorong nasabah untuk mengembangkan potensi usaha secara lebih terarah, meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, serta memanfaatkan platform digital guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk. Kegiatan Demo Day yang menjadi puncak program ini merupakan hasil dari rangkaian inkubasi yang telah berlangsung sejak Januari 2026. Sebelumnya, PNM melakukan seleksi terhadap 60 nasabah Mekaar terpilih dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi, hingga akhirnya tersaring menjadi 16 peserta terbaik yang berkompetisi di tahap akhir.
Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur
KONTAN.CO.ID - Jakarta, 22 April 2026 — Peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor krusial bagi pengusaha ultra mikro dalam menghadapi persaingan bisnis di sektor akar rumput, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar. Penguatan literasi keuangan, kemampuan manajerial, serta adaptasi digital menjadi kebutuhan utama agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing yang menjual. Menjawab kebutuhan tersebut, sebuah lembaga keuangan plat merah yang fokus memberdayakan masyarakat prasejahtera yakni Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berkolaborasi dengan Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang menyelenggarakan kegiatan Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026 dengan tujuan menaikan kelas nasabah binaan terbaik PNM. Mekaarpreneur merupakan program inkubasi bisnis selama 3 bulan dari PNM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan nasabah. Program ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Melalui pendekatan ini, PNM mendorong nasabah untuk mengembangkan potensi usaha secara lebih terarah, meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, serta memanfaatkan platform digital guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk. Kegiatan Demo Day yang menjadi puncak program ini merupakan hasil dari rangkaian inkubasi yang telah berlangsung sejak Januari 2026. Sebelumnya, PNM melakukan seleksi terhadap 60 nasabah Mekaar terpilih dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi, hingga akhirnya tersaring menjadi 16 peserta terbaik yang berkompetisi di tahap akhir.