KONTAN.CO.ID - Siapa sangka, sosok yang kini memegang kendali bisnis global Haidilao ternyata mengawali langkahnya dari nol besar. Yang Lijuan, yang sekarang menjabat sebagai CEO Super Hi, memulai kariernya bukan di ruang rapat yang nyaman, melainkan di lantai restoran sebagai seorang pelayan. Perjalanan hidupnya menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan kesetiaan pada pekerjaan bisa mengubah nasib seseorang secara drastis, bahkan hingga memimpin ekspansi internasional jaringan restoran hotpot raksasa tersebut.
Perjalanan Karier dari Akar Rumput ke Puncak Eksekutif
Di masa awal bekerja, Yang tidak pernah pilih-pilih tugas. Ia mengerjakan apa saja, termasuk menjaga anak-anak pelanggan yang sedang makan sampai menyemir sepatu tamu yang datang. Mengutip data dari South China Morning Post, momen yang mengunci loyalitasnya terjadi saat pendiri Haidilao, Zhang Yong, membantunya melunasi utang keluarga senilai 800 yuan. Jika dihitung dengan kurs saat ini Rp 16.842 per US$, bantuan itu setara dengan US$ 115 atau sekitar Rp 1.936.830, sebuah angka yang sangat besar bagi seorang buruh restoran pada tahun sembilan puluhan. Sejak saat itu, Yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membesarkan Haidilao. Berikut adalah catatan sejarah kenaikan jabatannya yang luar biasa:- Menjadi manajer toko pada usia 19 tahun.
- Dipercaya memimpin pembukaan cabang pertama di luar wilayah asalnya, yaitu di Xi'an, saat usianya baru 21 tahun.
- Mengelola seluruh operasional grup saat Haidilao mulai merambah pasar luar negeri pada tahun 2012.
- Terlibat langsung dalam ekspansi ke Singapura serta Amerika Serikat untuk memastikan layanan mereka sesuai dengan pasar lokal.
- Memegang sekitar 3,68% saham perusahaan saat Haidilao resmi melantai di bursa saham Hong Kong tahun 2018.
- Menjabat sebagai CEO induk perusahaan pada tahun 2022 sebelum akhirnya fokus memimpin unit internasional, Super Hi.
Syarat dan Kriteria Menjadi Pemimpin Ala Haidilao
Haidilao memiliki cara unik dalam mencetak pemimpin yang tangguh seperti Yang Lijuan. Berdasarkan pengalamannya, berikut adalah nilai-nilai dan kriteria yang biasanya diterapkan perusahaan:- Pengalaman Lini Depan: Calon direktur di Haidilao harus memulai karier dari posisi staf dasar agar benar-benar paham masalah yang terjadi di lapangan.
- Ketahanan Mental: Pemimpin harus berani pasang badan melindungi tim, seperti saat Yang tetap bertahan menghadapi puluhan pengacau bersenjata di cabangnya dulu.
- Adaptasi Global: Pemimpin di pasar internasional wajib mempelajari seluk-beluk pasokan makanan lokal tanpa menghilangkan ciri khas asli merek.
- Pemanfaatan Inovasi: Di era modern, pemimpin harus mampu mengelola sistem otomatisasi seperti robot pelayan untuk membantu operasional restoran.
- Sisi Kemanusiaan: Meski melakukan efisiensi, pemimpin harus turun tangan membantu karyawan yang terdampak untuk mencari peluang kerja baru.