JAKARTA. Kisruh para pelaku usaha dunia maya (e-commerce) yang merasa terganggu iklan intrusive milik PT XL Axiata Tbk dan PT Telekomunikasi Selular masih bergulir. Setelah sebelumnya Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) keberatan dan meminta kedua operator itu menghentikan tayangan iklan tanpa permisi, kini giliran operator seluler angkat bicara. XL Axiata menyatakan sejak menjalin kesepakatan pada September 2013 silam, perusahaannya sudah menghentikan tayangan iklannya di website semua anggota Idea maupun IDA. Dus, perusahaan itu menampik telah mengingkari kesepakatan. Herwinto Chandra Sutantyo, Head of Mobile Advertising XL Axiata mengatakan, jika pengguna gadget masih menemukan iklan perusahaannya, itu lantaran pengguna membuka website anggota Idea maupun IDA melalui sosial media. "Kalau akses menuju website lewat sosial media jelas tayangan akan masih muncul karena domain atas nama sosial media tidak kami masukkan white-list," kata Herwinto kepada KONTAN pekan lalu.
Kisruh iklan intrusive belum ada titik temu
JAKARTA. Kisruh para pelaku usaha dunia maya (e-commerce) yang merasa terganggu iklan intrusive milik PT XL Axiata Tbk dan PT Telekomunikasi Selular masih bergulir. Setelah sebelumnya Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) keberatan dan meminta kedua operator itu menghentikan tayangan iklan tanpa permisi, kini giliran operator seluler angkat bicara. XL Axiata menyatakan sejak menjalin kesepakatan pada September 2013 silam, perusahaannya sudah menghentikan tayangan iklannya di website semua anggota Idea maupun IDA. Dus, perusahaan itu menampik telah mengingkari kesepakatan. Herwinto Chandra Sutantyo, Head of Mobile Advertising XL Axiata mengatakan, jika pengguna gadget masih menemukan iklan perusahaannya, itu lantaran pengguna membuka website anggota Idea maupun IDA melalui sosial media. "Kalau akses menuju website lewat sosial media jelas tayangan akan masih muncul karena domain atas nama sosial media tidak kami masukkan white-list," kata Herwinto kepada KONTAN pekan lalu.