Kiwoom Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Buy BBCA, Segini Target Harganya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kiwoom Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Ini ditopang fundamental yang dinilai tetap solid meski pertumbuhan kredit mulai melambat pada awal 2026. 

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan kinerja BBCA pada kuartal I-2026 masih menunjukkan ketahanan di tengah lingkungan operasional yang lebih menantang dibandingkan periode sebelumnya. 

Pendapatan operasional BBCA mencapai Rp 27,8 triliun atau tumbuh 3,3% secara tahunan. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan pendapatan nonbunga menjadi Rp 6,6 triliun, meski pendapatan bunga bersih relatif stagnan. 


Baca Juga: Bank Woori Saudara (SDRA) Gandeng Grab Perkuat Layanan Digital, Cek Prospek Sahamnya

Laba bersih BBCA tercatat Rp 14,7 triliun pada kuartal pertama 2026 atau meningkat 3,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang efisiensi biaya operasional yang menjaga profitabilitas tetap stabil.

"Meski pertumbuhan kredit melambat dan margin bunga bersih tertekan, fundamental inti BBCA tetap kuat berkat basis dana murah yang solid, struktur biaya yang efisien, serta pendekatan penyaluran kredit yang lebih selektif," tulis Liza dalam riset yang dirilis, Kamis (16/7/2026).

Adapun penyaluran kredit BBCA mencapai Rp 993,8 triliun atau tumbuh 5,6% secara tahunan. Pertumbuhan terutama berasal dari kredit korporasi, komersial, dan UMKM, sementara kredit konsumer masih melemah. 

Di sisi pendanaan, dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat 11,2% menjadi Rp 1.089 triliun. Pertumbuhan tersebut memperkuat keunggulan biaya dana BBCA di tengah persaingan likuiditas industri. 

Liza menyebut kualitas aset BBCA masih terjaga. Rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) berada di level 1,8%, sedangkan loan at risk (LAR) tercatat sebesar 5,1%. 

Baca Juga: Minat Investor Tinggi, ORI030 Raup Rp 21,9 Triliun dalam Sebelas Hari

Menurut Liza, potensi kenaikan kinerja BBCA masih terbuka apabila pertumbuhan kredit kembali meningkat, tekanan margin bunga bersih mereda, dan kemampuan menghimpun dana murah tetap terjaga. 

"Namun risiko utama BBCA datang dari tekanan margin bunga bersih yang berkepanjangan, pertumbuhan kredit yang lebih lemah serta memburuknya kondisi makroekonomi," jelas Liza.

Oleh karena itu, Kiwoom Sekurutas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga 12 bulan sebesar Rp 8.075 per saham. Pada akhir perdagangan Jumat (17/7), BBCA parkir di level Rp 6.475 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News