KKP Gandeng Himbara Perluas Pembiayaan Kampung Nelayan Merah Putih



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperbesar skala usaha perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 

Langkah ini dilakukan dengan memetakan potensi pembiayaan di 14 lokasi KNMP agar model bisnis usaha nelayan dinilai lebih layak dan mudah mendapat akses kredit.

Pelaksana Tugas Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud mengatakan, tantangan utama pembiayaan sektor perikanan bukan hanya soal ketersediaan dana, tetapi kesiapan model usaha di lapangan agar memenuhi syarat pembiayaan perbankan.


Baca Juga: KKP Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun pada 2026

"Tantangan pembiayaan bukan semata pada ketersediaan dana, tetapi pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan," ujar Machmud dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, pemetaan yang dilakukan bersama perbankan tidak hanya menghitung kebutuhan modal usaha, tetapi juga mendalami karakter bisnis di setiap lokasi KNMP. Dengan pendekatan tersebut, skema pembiayaan diharapkan lebih terukur, bankable, dan sesuai prinsip kehati-hatian perbankan.

KKP menargetkan skema pembiayaan yang telah disesuaikan dengan model bisnis tiap kampung nelayan dapat segera direalisasikan. 

Selain akses modal, pemerintah juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha perikanan agar kredit yang diperoleh dapat dikelola secara produktif.

“Pembiayaan usaha harus diiringi literasi keuangan agar pelaku usaha mampu mengakses kredit dan mengelolanya secara sehat,” kata Machmud.

Data KKP menunjukkan, hingga triwulan I-2026 realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 2,23 triliun kepada 131.230 debitur. 

Baca Juga: Ada 65 Wilayah, Ini Cara Cek Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Terdekat

Nilai penyaluran tersebut tumbuh 19,59% secara tahunan, sedangkan jumlah debitur melonjak 59,79%, terutama dari segmen mikro dan ultra mikro.

Namun, penyaluran pembiayaan masih didominasi sektor hulu. Kredit untuk penangkapan ikan tercatat sebesar 34,88%, budidaya 32,67%, dan pergaraman 0,35%. Sementara pembiayaan sektor hilir seperti pengolahan hasil perikanan baru mencapai 2,91% dan perdagangan hasil perikanan 22,13%.

Kondisi itu dinilai menunjukkan masih besarnya peluang pengembangan pembiayaan di sektor hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Melalui program KNMP, KKP ingin membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan. 

Pemerintah juga memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai agregator usaha agar pembiayaan tidak lagi berjalan parsial, melainkan terhubung mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Perbankan Himbara dan lembaga keuangan lainnya disebut menyambut positif langkah tersebut dan siap mendalami model bisnis di masing-masing lokasi sebelum menyiapkan skema pembiayaan yang sesuai.

Baca Juga: Prabowo Bakal Bebaskan Kampung Nelayan Merah Putih Lakukan Ekspor Mandiri

KKP optimistis sinergi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dapat menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai model pengembangan ekonomi pesisir yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KNMP harus menjadi motor penggerak ekonomi desa pesisir melalui pengelolaan usaha yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News