JAKARTA. Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia berhasil menyita 135 kerajinan menggunakan bahan karapas atau tempurung penyu sisik (eretmochelys imbricata) yang dijual di beberapa toko di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Koordinator Protection of Forest and Fauna (Profauna) Borneo, lembaga independen nonprofit berjaringan internasional yang bergerak di bidang perlindungan hutan dan satwa liar, Bayu Sandi menyatakan, temuan kerajinan berbahan karapas penyu sisik tersebut berlangsung saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Berau pada 27-28 Februari 2016. "Masih maraknya perdagangan kerajinan berbahan karapas penyu sisik di Kabupaten Berau mendorong tim khusus dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan inspeksi ke lapangan," ujar Bayu Sandi, Jumat (4/3).
KKP sita kerajinan berbahan tempurung penyu
JAKARTA. Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia berhasil menyita 135 kerajinan menggunakan bahan karapas atau tempurung penyu sisik (eretmochelys imbricata) yang dijual di beberapa toko di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Koordinator Protection of Forest and Fauna (Profauna) Borneo, lembaga independen nonprofit berjaringan internasional yang bergerak di bidang perlindungan hutan dan satwa liar, Bayu Sandi menyatakan, temuan kerajinan berbahan karapas penyu sisik tersebut berlangsung saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Berau pada 27-28 Februari 2016. "Masih maraknya perdagangan kerajinan berbahan karapas penyu sisik di Kabupaten Berau mendorong tim khusus dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan inspeksi ke lapangan," ujar Bayu Sandi, Jumat (4/3).