KONTAN.CO.ID - Dalam enam bulan pertama 2023, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk membayarkan total klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp1,3 triliun. Kasus ISPA menjadi penyakit yang menyumbang 54% dari klaim kesehatan. Dari nilai tersebut, sebagian besar dibayarkan guna manfaat Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Sementara itu, sebesar Rp 237 miliar untuk klaim kesehatan, penyakit kritis dan juga meninggal dunia. Untuk jenis penyakit di Semester I-2023 ini beragam mulai dari diare, demam typhoid, radang usus buntu, demam berdarah dan bahkan masih ada pembiayaan unt covid.
Baca Juga: BNI Life: Total Portofolio Investasi Ke ESG Capai 5,25% Lukman Auliadi, Head of Customer & Marketing Sinarmas MISG Life mengatakan bahwa pembayaran klaim ini wujud komitmen perusahaan dalam melindungi nasbah dari risiko tak terduga. Sepanjang Januari hingga Juni 2023, lima pembayaran manfaat terbesar diberikan kepada nasabah individu Di semester II-2023 diprediksi akan terjadi lonjakan kasus karena kondisi penurunan kualitas udara terkait Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Info saja, di Januari hingga Juni kasus ISPA sudah 12.000 kasus dengan nominal klaim 54%. Lukman mengingatkan berkaca dari semester I lalu, baiknya semua orang lebih waspada terhadap risiko kesehatan. Sarannya segera lakukan pengecekan ke tenaga medis dan persiapkan perlindungan yang bisa diandalkan. Sebagai informasi, Sinarmas MSIG Life memiliki lebih dari 1,3 juta nasabah individu maupun kumpulan. Untuk tetap bisa memberikan kepuasan pada nasabah, perusahaan tak berhenti berinovasi Baca Juga: Polusi Jakarta, BNI Life Catat Kenaikan Klaim Akibat ISPA Di sisi lain, pendapatan premi di semester I-2023 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,9%, jika dibandingkan dengan semester I-2022 yang sebesar Rp 1,28 triliun. Hal ini disebabkan penurunan pencapaian premi untuk produk premi tunggal.