Klaim Pengangguran Amerika Serikat Naik Tipis, The Fed Berpotensi Tahan Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru meningkat tipis pada pekan lalu. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih relatif stabil, sekaligus memberi ruang bagi bank sentral AS untuk menahan suku bunga sambil terus memantau risiko inflasi akibat konflik di Timur Tengah.

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (26/3) menunjukkan, klaim awal tunjangan pengangguran naik 5.000 menjadi 210.000 (disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir 21 Maret. Angka ini sesuai dengan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters.

Sepanjang tahun ini, klaim pengangguran bergerak dalam kisaran 201.000 hingga 230.000, mencerminkan tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih rendah.


Baca Juga: Rusia Pertimbangkan Kembali Larangan Ekspor Bensin Jika Diperlukan

Meski demikian, para ekonom mencatat ketidakpastian yang dipicu kebijakan tarif impor agresif Presiden Donald Trumptelah menekan permintaan tenaga kerja. Dalam tiga bulan hingga Februari, pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta non-pertanian rata-rata hanya mencapai 18.000 pekerjaan per bulan.

Selain itu, kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Trump yang mengurangi pasokan tenaga kerja juga ikut membebani pertumbuhan lapangan kerja.

Situasi ini menciptakan kondisi yang oleh Ketua The Fed Jerome Powell disebut sebagai “keseimbangan tanpa pertumbuhan lapangan kerja” atau zero employment growth equilibrium, yang menurutnya mengandung risiko penurunan.

Walau stabilitas pasar tenaga kerja diperkirakan masih bertahan, konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu kekhawatiran lonjakan inflasi. Harga minyak telah melonjak lebih dari 30% sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Kenaikan harga impor dan produsen sudah terlihat pada Februari, dan para ekonom memperkirakan dampak konflik—termasuk kenaikan harga pupuk—akan semakin terasa dalam data inflasi konsumen Maret. Proyeksi inflasi tahun ini pun terus direvisi naik seiring konflik yang berlarut-larut.

Di sisi kebijakan moneter, bank sentral AS bulan ini mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Para pembuat kebijakan hanya memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini, sementara pelaku pasar keuangan melihat peluang pemangkasan suku bunga semakin menipis.

Sementara itu, jumlah penerima tunjangan pengangguran lanjutan, indikator yang mencerminkan tingkat perekrutan turun 32.000 menjadi 1,819 juta (disesuaikan musiman) pada pekan yang berakhir 14 Maret.

Meski angka tersebut menurun dari level tinggi tahun lalu, penurunan ini sebagian bisa disebabkan oleh habisnya masa hak tunjangan yang umumnya dibatasi hingga 26 minggu di sebagian besar negara bagian.

Baca Juga: India Amankan Pasokan Minyak 60 Hari di Tengah Gejolak Timur Tengah

Perlu dicatat, lulusan perguruan tinggi yang menganggur tidak tercakup dalam data ini karena umumnya belum memenuhi syarat untuk menerima tunjangan akibat minim atau tidak adanya riwayat kerja.

Tingkat pengangguran AS sendiri tercatat naik menjadi 4,4% pada Februari, dari 4,3% pada Januari.