Klaim Pengangguran AS Naik Tipis, Rekrutmen Mulai Melambat



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan tunjangan pengangguran naik tipis pada pekan lalu, menandakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih relatif rendah meski tekanan ekonomi meningkat akibat konflik Iran.

Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran bertambah 5.000 menjadi 215.000 pada pekan yang berakhir 23 Mei 2026. Angka itu sedikit lebih tinggi dibanding proyeksi ekonom yang memperkirakan 211.000 klaim.

Sepanjang tahun ini, klaim pengangguran AS masih bergerak stabil di kisaran 190.000 hingga 230.000, mencerminkan pasar tenaga kerja yang tetap cukup kuat di tengah ketidakpastian global.


Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Naik Tipis, The Fed Makin Pede Tahan Suku Bunga

Tekanan terhadap ekonomi AS kini datang dari konflik Iran yang menyeret perang kawasan Timur Tengah dan memicu penutupan Selat Hormuz.

Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga komoditas, termasuk minyak dan pupuk, sehingga meningkatkan tekanan inflasi.

Meski begitu, perusahaan-perusahaan di AS sejauh ini belum melakukan PHK besar-besaran. Pemangkasan tenaga kerja masih terbatas, terutama di sektor teknologi yang terdampak efisiensi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Laporan itu juga menunjukkan jumlah warga yang masih menerima tunjangan pengangguran setelah pekan pertama bantuan naik 15.000 menjadi 1,786 juta orang pada pekan yang berakhir 16 Mei.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa proses perekrutan tenaga kerja mulai melambat.

Baca Juga: Survei BI: Optimisme Konsumen Naik Tipis, Tapi Mulai Kehilangan Momentum

Tingkat pengangguran AS pada Mei diperkirakan tetap bertahan di level 4,3%. Namun, pasar kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, terutama bagi pencari kerja baru.

Lulusan perguruan tinggi disebut menghadapi pasar tenaga kerja yang semakin sulit. Sebagian lulusan tahun lalu bahkan masih belum mendapatkan pekerjaan.

Survei Conference Board pekan ini juga menunjukkan persepsi rumah tangga terhadap pasar kerja cenderung beragam. Proporsi responden yang menilai lapangan kerja “melimpah” turun ke level terendah sejak Februari 2021.

Baca Juga: Klaim Pengangguran AS di Pertengahan Januari Hanya Naik Tipis Jadi 200.000

Namun di sisi lain, jumlah warga yang menganggap pekerjaan “sulit didapat” justru turun ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir.

“PHK masih relatif rendah meski ketidakpastian ekonomi meningkat,” tulis laporan tersebut.