JAKARTA. Kementerian Perindustrian akan memprioritaskan alokasi gas bagi industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku produksi. Prioritas tersebut dilakukan dengan cara mengklasifikasikan kategori industri, seperti industri yang tidak bisa tergantikan sebagai bahan baku, industri sebagai energi yang tidak bisa digantikan, dan industri yang bisa digantikan. Keterangan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur, Panggah Susanto, di Kementerian Perindustrian, Kamis (26/1). Ia yakin, mengklasifikasikan tersebut bisa membantu penentuan jumlah alokasi gas yang diperlukan. "Untuk angka pastinya, akan kami pelajari dan perhitungkan lagi," ungkap Panggah. Beberapa industri yang tidak bisa mengganti gas sebagai bahan baku adalah industri amonia, urea, dan ethanol. Sedangkan industri yang energinya tidak bisa digantikan oleh lainnya adalah industri keramik dan industri kaca. Karena itu, alokasi berbagai jenis industri tersebut, sedang diperhitungkan dengan saksama. "Kami sedang memperhitungkan berapa yang sudah siap untuk dieksplorasi dan kapan, dan ada penggolongan industri. Kami sedang rencanakan semuanya," Panggah berusaha meyakinkan.
Klasifikasi gas industri belum tuntas
JAKARTA. Kementerian Perindustrian akan memprioritaskan alokasi gas bagi industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku produksi. Prioritas tersebut dilakukan dengan cara mengklasifikasikan kategori industri, seperti industri yang tidak bisa tergantikan sebagai bahan baku, industri sebagai energi yang tidak bisa digantikan, dan industri yang bisa digantikan. Keterangan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur, Panggah Susanto, di Kementerian Perindustrian, Kamis (26/1). Ia yakin, mengklasifikasikan tersebut bisa membantu penentuan jumlah alokasi gas yang diperlukan. "Untuk angka pastinya, akan kami pelajari dan perhitungkan lagi," ungkap Panggah. Beberapa industri yang tidak bisa mengganti gas sebagai bahan baku adalah industri amonia, urea, dan ethanol. Sedangkan industri yang energinya tidak bisa digantikan oleh lainnya adalah industri keramik dan industri kaca. Karena itu, alokasi berbagai jenis industri tersebut, sedang diperhitungkan dengan saksama. "Kami sedang memperhitungkan berapa yang sudah siap untuk dieksplorasi dan kapan, dan ada penggolongan industri. Kami sedang rencanakan semuanya," Panggah berusaha meyakinkan.