JAKARTA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong masyarakat meningkatkan penanaman pohon kemiri sunan untuk pengembangan energi terbarukan. Pasalnya, kemiri sunan ini terbukti memiliki keunggulan dalam menghasilkan minyak sebagai bahan baku biodisel dibandingkan tananman lainnya. Saat ini, rata-rata produktivitas kemiri sunan mencapai 50 kilogram (kg) hingga 300 kg per pohon per tahun. Sementara rendemen minyak kasar yang dihasilkan mencapai 52% dan 88% dapat diolah menjadi biodisel dan sisanya berupa gliserol. Maka setiap 100 pohon hingga 150 pohon kemiri sunan diprediksi menghasilkan 6 ton hingga 8 ton biodisel per tahun. Ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil yang banyak menghasilkan gas rumah kaca (GRK) dan energi yang digunakan lebih ramah lingkungan.
KLHK dorong penanaman kemiri sunan
JAKARTA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong masyarakat meningkatkan penanaman pohon kemiri sunan untuk pengembangan energi terbarukan. Pasalnya, kemiri sunan ini terbukti memiliki keunggulan dalam menghasilkan minyak sebagai bahan baku biodisel dibandingkan tananman lainnya. Saat ini, rata-rata produktivitas kemiri sunan mencapai 50 kilogram (kg) hingga 300 kg per pohon per tahun. Sementara rendemen minyak kasar yang dihasilkan mencapai 52% dan 88% dapat diolah menjadi biodisel dan sisanya berupa gliserol. Maka setiap 100 pohon hingga 150 pohon kemiri sunan diprediksi menghasilkan 6 ton hingga 8 ton biodisel per tahun. Ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil yang banyak menghasilkan gas rumah kaca (GRK) dan energi yang digunakan lebih ramah lingkungan.