KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) terus meningkatkan bisnis sistem resi gudang (SRG). Salah satu strateginya dengan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah wilayah-wilayah yang menjadi lumbung pangan. PT KBI mendorong meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan tentang manfaat SRG mengidentifikasi kendala dan peluang dalam pengembangannya, serta merumuskan pendekatan yang efektif untuk implementasi SRG. Terbaru, perusahaan pelat merah ini bekerja sama dengan pemerintah provinsi Sumatera Barat untuk mendorong pemanfaatan SRG. Perusahaan mendukung upaya Pemprov Sumatera Barat menuju ketahanan pangan nasional. Ini juga bagian dari upaya PT KBI menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045.
Pemprov Sumatera Barat kini tengah fokus melakukan percepatan implementasi ekosistem resi gudang di wilayahnya. Terdapat lima tesis gudang di Sumatera Barat, diantaranya berlokasi di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, dan dua gudang di Kabupaten Limapuluh Kota. Baca Juga: PT KBI Gandeng BRI Jadi BPDM dalam Transaksi Bursa Berjangka Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional PT KBI, Saidu Solihin mengatakan, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian karena memiliki komoditas unggulannya seperti padi, jagung, kopi, kelapa sawit, kakao, dan gambir. “Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi harga yang signifikan, akses permodalan yang terbatas, serta infrastruktur penyimpanan dan pengolahan yang belum memadai,” kata Saidu dalam keterangan resminya, Senin (3/6). Sinergi dengan Pemprov Sumatera Barat diawali dengan penyelenggaraan High Level Seminar bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat. Lewat kegitaan itu, PT KBI berupaya untuk menciptakan forum koordinasi yang efektif antar pemangku kepentingan dalam pengembangan SRG di Sumatera Barat.