Klook Fokus Perkuat Segmen Wisata Domestik di Tengah Ketidakpastian Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform wisata di Asia, Klook memperkuat fokus pada pasar wisata domestik Indonesia pada tahun ini di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.

Head of Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia, mengatakan minat masyarakat Indonesia untuk bepergian di dalam negeri masih cukup tinggi. Memang, menurut dia, kondisi global memengaruhi perilaku wisatawan, tetapi di sisi lain juga mendorong peningkatan perjalanan domestik.

Di Indonesia, Klook mencatat destinasi terlaris pada kuartal I-2026 termasuk kunjungan ke Gunung Bromo yang melonjak 124% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ke Pulau Gili Lombok meningkat 83%, serta ke Labuan Bajo yang naik 43%.


Baca Juga: Erajaya Optimistis Kinerja Kuartal II-2026 Tetap Solid di Tengah Pelemahan Rupiah

Labuan Bajo yang kunjungannya meningkat 43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, kunjungan ke Pulau Gili Lombok juga melonjak 83%, 

“Ada peningkatan dari segi domestik,” ujar Christy dalam sesi media, baru-baru ini.

Klook mencatat sejumlah destinasi domestik seperti Labuan Bajo, Gili, dan Bromo mengalami peningkatan minat wisatawan. Data tersebut dihimpun dari tren perjalanan kuartal I serta didukung berbagai event internasional dan festival pariwisata di Indonesia.

Christy menyebut dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata turut mendongkrak minat wisatawan domestik.

"Misalnya dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika sejak tahun lalu dan berbagai festival di kawasan Borobudur yang juga mendongkrak kunjungan ke destinasi domestik," ujarnya kepada Kontan usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Selain fokus pada aktivitas wisata, Christy mengatakan Klook saat ini juga memperkuat bisnis hotel. Meskipun layanan hotel di Klook telah hadir sekitar dua tahun lalu, tetapi ekspansinya mulai diperbesar sejak 2025.

Dari layanan hotel, ia bilang pengguna Klook di Indonesia didominasi segmen menengah atas yang cenderung memilih hotel premium dan luxury, terutama di destinasi seperti Bali.

Adapun untuk kuartal II-2026 Klook memperkirakan permintaan perjalanan domestik masih akan tetap kuat, terutama seiring adanya libur sekolah. Ketidakpastian geopolitik imbas konflik Timur Tengah pun diperkirakan menahan perjalanan internasional.

Baca Juga: Target Citra Nusantara (CGAS) pada 2026: Laba Bersih Tumbuh 50% dan Ekspansi LNG

"Untuk internasional, diperkirakan ke destinasi yang dekat-dekat seperti Singapura, Vietnam Thailand. Di luar Asia, diproyeksikan destinasi seperti Australia dan Selandia Baru masih diminat karena ada musim salju di Juni. Perubahan tren di kuartal dua kemungkinan akan ke arah sana," jelas Christy.

Meski demikian, sayangnya Christy bilang Klook tidak menetapkan target pertumbuhan transaksi secara spesifik untuk pasar Indonesia. Mengingat, tren industri perjalanan sangat dinamis mengikut minat wisatawan dan kondisi global.

Misalnya saja, kata Christy, survei Klook mencatat tren wisatawan Indonesia mulai bergeser. Jika sebelumnya banyak wisatawan berkunjung ke kota-kota besar di Jepang, kini minat mulai mengarah ke kota tier kedua seperti Hiroshima, Shizuoka, dan Sappo.

“Pastinya kita mau ada peningkatan, tetapi kita tidak memasang target karena industri cepat berubah," ujarnya.

Baca Juga: Ditopang Recurring Income, Prospek PWON Dinilai Masih Atraktif 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: