KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menghadapi ujian serius setelah dua negara bagian memutuskan menggelar pemilihan umum (pemilu) dini. Langkah ini memicu spekulasi bahwa pemilu nasional juga bisa dipercepat. Dua mitra koalisi nasional Anwar yang memimpin pemerintahan di Negeri Sembilan dan Johor telah dibubarkan pada Jumat dan Senin. Sementara itu, pemilu di kedua wilayah tersebut akan digelar dalam waktu 60 hari ke depan. Meski pemilihan tingkat negara bagian ini tidak secara langsung memengaruhi mayoritas Anwar di parlemen nasional, hasil yang buruk dapat melemahkan posisi koalisinya menjelang pemilu nasional yang dijadwalkan paling lambat pada awal 2028. Anwar sendiri bulan lalu menyatakan akan mempertimbangkan pemilu lebih awal jika perpecahan internal dalam pemerintahannya terus melebar.
Koalisi Anwar Ibrahim Terancam, Malaysia Berpotensi Adakan Pemilu Lebih Cepat
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menghadapi ujian serius setelah dua negara bagian memutuskan menggelar pemilihan umum (pemilu) dini. Langkah ini memicu spekulasi bahwa pemilu nasional juga bisa dipercepat. Dua mitra koalisi nasional Anwar yang memimpin pemerintahan di Negeri Sembilan dan Johor telah dibubarkan pada Jumat dan Senin. Sementara itu, pemilu di kedua wilayah tersebut akan digelar dalam waktu 60 hari ke depan. Meski pemilihan tingkat negara bagian ini tidak secara langsung memengaruhi mayoritas Anwar di parlemen nasional, hasil yang buruk dapat melemahkan posisi koalisinya menjelang pemilu nasional yang dijadwalkan paling lambat pada awal 2028. Anwar sendiri bulan lalu menyatakan akan mempertimbangkan pemilu lebih awal jika perpecahan internal dalam pemerintahannya terus melebar.
TAG: