KONTAN.CO.ID - Pengumuman terbaru mengenai pergantian CEO Toyota Motor Corp. telah memicu spekulasi besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar raksasa otomotif global tersebut. Koji Sato, pria yang baru menduduki kursi puncak pada 2023, secara resmi akan turun jabatan pada April mendatang. Posisinya sebagai CEO akan digantikan oleh Kenta Kon, sosok jenius lain di bidang finansial yang memiliki kedekatan historis dengan keluarga pendiri.
Baca Juga: Mengenal Rob Jetten: PM Termuda Belanda dan Ambisi Perkuat Militer NATO Hilangnya Momen Koji Sato
Saat ditunjuk menjadi suksesor Akio Toyoda tiga tahun lalu, Koji Sato dianggap sebagai simbol modernisasi perusahaan. Sebagai seorang insinyur veteran yang besar di Lexus, Sato diharapkan mampu membawa Toyota melompat lebih jauh di ranah kendaraan listrik (EV) dan transformasi digital. Mengutip
Reuters, Sato berhasil memberikan rekor penjualan dan laba tertinggi sepanjang sejarah Toyota. Di mata para investor dan mitra pemasok, Sato dikenal sebagai pemimpin yang cerdas, berbakat, dan memiliki pemahaman teknis yang mendalam terhadap produk. Sato, yang lebih berorientasi pada produk dan inovasi, tampaknya mulai dinilai kurang pas untuk memimpin Toyota di tengah badai efisiensi biaya. Tekanan inflasi global, perang dagang, dan tarif impor dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump disebut memengaruhi kinerja produsen mobil global.
Baca Juga: El Mencho Tewas: Kartel CJNG Bakar Kota, Pemerintah Kirim 2.000 Tentara ke Jalisco Kenta Kon Sang Pakar Finansial
Masuknya Kenta Kon sebagai CEO baru menandai kembalinya fokus Toyota pada profitabilitas dan pengendalian biaya yang ketat. Kon bukanlah orang asing di lingkaran dalam Toyota. Ia merupakan mantan sekretaris pribadi Akio Toyoda selama delapan tahun. Sebagai
Chief Financial Officer (CFO), Kon adalah orang di balik layar yang merancang berbagai aksi korporasi strategis. Salah satu langkahnya yang paling ambisius adalah rencana pembelian kembali (
buyout) produsen forklift Toyota Industries, sebuah langkah yang disebut-sebut memperkuat kontrol keluarga Toyoda terhadap rantai pasok inti. Di tengah kenaikan biaya operasional dan investasi besar-besaran di bidang perangkat lunak (
software), kepemimpinan Kon dianggap lebih mampu menjaga stabilitas keuangan Toyota dibandingkan gaya kepemimpinan Sato yang lebih teknis.
Baca Juga: Rangkaian Email Pangeran Andrew ke Epstein Terungkap, Ini Isinya Fokus Baru Bisnis Toyota
Di bawah Kenta Kon, Toyota akan menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, mereka harus menekan biaya produksi melalui filosofi Kaizen demi menghadapi tarif AS yang semakin menekan. Di sisi lain, mereka harus tetap berinvestasi pada Woven by Toyota, unit teknologi yang dipimpin oleh putra Akio, Daisuke Toyoda. Pergantian CEO ini juga semakin mempertegas posisi baru Toyota yang lebih mengutamakan keamanan finansial dan penguatan struktur internal, dibandingkan sekadar mengejar tren kendaraan listrik. Kenta Kon adalah orang yang dianggap perlu saat Toyota harus bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Baca Juga: Kasus Baru Adani: Dugaan Impor LPG Iran Jadi Sorotan Washington Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News