KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kisah perjuangan menunaikan ibadah haji datang dari Sulaji, seorang tukang tambal ban di sudut Kota Semarang. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia berhasil mewujudkan impiannya berangkat ke Tanah Suci setelah bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit dari hasil pekerjaannya. Perjalanan Sulaji menuju Baitullah tidaklah mudah. Ia mulai menabung sejak 2009 dengan menyisihkan sebagian pendapatan harian dari usaha tambal ban yang digelutinya. Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, ia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 25 juta untuk mendaftar haji. Namun perjuangannya belum berhenti. Saat tiba waktu pelunasan biaya haji pada 2026, Sulaji harus memanfaatkan dana arisan untuk menutupi kekurangan biaya. Langkah tersebut membuatnya masih memiliki utang dari arisan sekitar Rp 10 juta ketika berangkat ke Tanah Suci.
Kolaborasi RI dan UEA, Bantu Lunasi Biaya Jemaah Haji Asal Semarang
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kisah perjuangan menunaikan ibadah haji datang dari Sulaji, seorang tukang tambal ban di sudut Kota Semarang. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia berhasil mewujudkan impiannya berangkat ke Tanah Suci setelah bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit dari hasil pekerjaannya. Perjalanan Sulaji menuju Baitullah tidaklah mudah. Ia mulai menabung sejak 2009 dengan menyisihkan sebagian pendapatan harian dari usaha tambal ban yang digelutinya. Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, ia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 25 juta untuk mendaftar haji. Namun perjuangannya belum berhenti. Saat tiba waktu pelunasan biaya haji pada 2026, Sulaji harus memanfaatkan dana arisan untuk menutupi kekurangan biaya. Langkah tersebut membuatnya masih memiliki utang dari arisan sekitar Rp 10 juta ketika berangkat ke Tanah Suci.