Kombinasi faktor eksternal dan internal melemahkan rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah di pasar spot melemah 0,42% ke level Rp 14.390 per dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (2/7). Di sisi lain, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menguat 0,50% ke level Rp 14.331 per dollar AS.

Analis Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto menilai, pelemahan rupiah terjadi akibat respons yang beragam dari para pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga acuan BI pada Jumat (29/6) lalu. Sebab, kenaikan suku bunga acuan yang mencapai 50 basis point (bps) sebenarnya lebih tinggi dari ekspektasi para pelaku pasar.

“Walau data inflasi masih terkendali, tampaknya hal tersebut belum mampu mengembalikan kepercayaan pelaku pasar terhadap rupiah,” tambah Andri.


Di sisi lain, dollar AS masih unggul terhadap mayoritas mata uang dunia. Selain disokong oleh sentimen konflik politik terkait kebijakan imigran di Jerman, perbedaan kebijakan moneter di AS dan Eropa juga menopang the greenback.

Sebagaimana diketahui, European Bank Central (ECB) masih menerapkan kebijakan moneter yang longgar dan tidak terlalu bernafsu menaikkan suku bunga acuan. Sebaliknya, Federal Reserves terus memberi sinyal akan menaikkan suku bunga acuan AS secara agresif. Alhasil, para investor lebih memilih dollar AS ketimbang mata uang mayoritas lainnya.

Andri memperkirakan, rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan besok (3/7). Namun arah rupiah masih sangat bergantung pada posisi dollar AS. Apalagi, penguatan dollar AS terhadap mata uang global akan menyeret keluar dana investasi asing. Ia pun memprediksi, rupiah akan berada di kisaran Rp 14.250—Rp 14.320 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati