KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka proses seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2026. Spektrum frekuensi yang dilelang hingga rata-rata pendapatan per pengguna atau
Average Revenue Per User (ARPU) diproyeksi menjadi katalis pendorong kinerja emiten telekomunikasi ke depan. Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten telekomunikasi. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor telekomunikasi.
Baca Juga: Menanti Data Manufaktur, Begini Proyeksi Rupiah untuk Senin, (4/5) 1.
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Integrasi jaringan (MOCN) telah mencapai 85% pada akhir kuartal pertama tahun 2026. Pembongkaran lokasi telah mencapai 70% dari target 17.000 unit dibandingkan 50% pada akhir tahun fiskal 2025. Integrasi tetap sesuai rencana untuk diselesaikan dalam 8 kuartal, dengan potensi percepatan hingga kuartal ketiga tahun 2026. Biaya integrasi sebesar Rp1 triliun diperkirakan sebagian besar akan dikeluarkan pada semester pertama tahun 2026, sementara depresiasi yang dipercepat akan berlanjut hingga tahun fiskal 2026. Sebagian besar pengeluaran pada kuartal keempat tahun 2026 akan berasal dari pengembalian spektrum yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026, bersamaan dengan pembongkaran lokasi. Rekomendasi: Buy Target harga: Rp 5.120 Aurelia Barus, Indo Premier Sekuritas
Baca Juga: Alamtri Resources (ADRO) Raih Pendapatan US$ 470,91 Juta pada Kuartal I-2026 2.
PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) (TLKM) TLKM diyakini memiliki potensi penurunan harga saham yang terbatas, karena dipercaya bahwa setiap pelemahan harga saham yang disebabkan oleh penurunan nilai aset fiber yang lebih besar dari perkiraan akan menjadi titik masuk yang baik. Pemulihan ARPU tetap utuh dan diharapkan profitabilitas yang lebih baik ke depannya berasal dari efisiensi biaya operasional. Kesepakatan Pemisahan Bersyarat atau Conditional Spin-off Agreement (CSA) sebagai salah satu milestone dalam proses pemisahan sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) sebagian besar sudah tercermin dalam harga saham. Meskipun potensi kenaikan dari penyewa eksternal tambahan belum terlihat sampai TIF memiliki kerangka kerja yang jelas untuk menegakkan netralitas jaringan. Investasi lokal sebagian besar masih rendah di TLKM, jadi setiap kejutan positif pada ARPU dan valuasi TIF akan segera meningkatkan harga saham. Rekomendasi: Buy Target harga: Rp 3.600 Nicolas Lumy, Bahana Sekuritas dalam risetnya pada 15 April 2026
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (3/5) Tidak Berubah di Level Rp 2.796.000 Per Gram 3.
PT Indosat Tbk (ISAT) ISAT mengantongi pendapatan sebesar Rp 15,22 triliun per kuartal I – 2026, naik 12,10% secara tahunan atau year on year (yoy). Laba bersih ISAT juga tumbuh 13,75% yoy mencapai Rp 1,49 triliun selama Januari–Maret 2026. Melihat ke 2026, pertumbuhan diperkirakan akan tetap bertumpu pada data, didukung oleh perluasan jaringan dan peningkatan kualitas. Pendapatan data diproyeksi akan tumbuh 7,6% yoy menjadi Rp 46,7 triliun, didorong oleh jumlah pelanggan yang stabil (93,7 juta) dan pertumbuhan lalu lintas sebesar 8,3% yoy (19.120 PB). Ini menyiratkan hasil yang stabil (Rp 2,44/MB) dan peningkatan ARPU yang moderat menjadi Rp 44.900. Peningkatan tambahan dapat berasal dari broadband tetap (FBB), dengan jumlah pelanggan diperkirakan akan tumbuh 6,6% yoy, didukung oleh penetrasi yang rendah.
Rekomendasi: Buy Target harga: Rp 2.500 Steven Gunawan, KB Valbury Sekuritas dalam risetnya pada 6 April 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News