KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Salah satu komisaris PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Yuliot, terpantau menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tempatnya menjabat. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), Yuliot dilaporkan membeli 29.100 unit saham BMRI di harga transaksi Rp 3.940 per saham. Asal tahu saja, sejak awal tahun (
year-to-date/ytd), posisi harga tersebut mencerminkan koreksi sebesar 22.36%.
Dengan demikian, total dana yang digelontorkan Yuliot untuk transaksi pembelian saham BMRI ini mencapai sekitar Rp 114,65 juta. Yuliot melaporkan tujuan pembelian ini adalah investasi, yang dilakukan pada 13 Oktober 2026.
Baca Juga: BMRI Buka Suara Kredit Jhonlin, Saham PGUN dan JARR Bukan Satu-satunya Jaminan Pasca transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Yuliot di BMRI meningkat dari 192.400 unit menjadi 221.500 unit saham. Kepemilikan tersebut setara dengan hak suara sebesar 0,0002% di perusahaan. Di akhir perdagangan Jumat (16/10/2026) hari ini, BMRI ditutup di harga Rp 3.390 atau anjlok 14,82% dalam sehari. Secara kumulatif sejak awal tahun, posisi harga itu mencerminkan penurunan sedalam 33,52%.
Namun, BMRI tak jatuh sendirian. Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 11,57% menjadi 5.185,10. Secara kumulatif sejak awal tahun, penurunannya mencapai 40,04%.
Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Bayar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun, Ini Rinciannya Dinamika ini menyusul pengumuman MSCI yang sedang mengkaji opsi penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News