KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Komisi V DPR RI mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto pada 2026. Dorongan tersebut disampaikan seiring meningkatnya realisasi sejumlah proyek, mulai dari Sekolah Rakyat, irigasi daerah, hingga pembangunan jalan daerah. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan percepatan pelaksanaan proyek diperlukan agar target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah dapat tercapai sesuai jadwal.
"Komisi V DPR RI sepakat dengan Kementerian PU untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan strategis, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program prioritas presiden, serta meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2026," ujar Lasarus dalam rapat kerja dengan Kementerian PU, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros, Komisi V DPR Endus Kabar Kerusakan Mesin Dukungan DPR tersebut datang di tengah upaya Kementerian PU mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek prioritas nasional. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan program menjadi fokus utama kementeriannya sepanjang tahun ini. Menurut Dody, percepatan tidak hanya difokuskan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, serta tata kelola pelaksanaan proyek. "Percepatan program-program prioritas ini terus kami kawal lebih ketat dari sisi kesiapan pelaksanaan, hambatan lapangan dan ketepatan jadwal, khususnya untuk akses jalan, pengendalian banjir, sekolah rakyat, dan jaringan irigasi," ujarnya. Pada program Sekolah Rakyat, pembangunan 93 unit sekolah telah mencapai progres fisik 67,5% dengan realisasi keuangan 44,33%. Sementara revitalisasi 856 madrasah mencatat progres fisik 41,88% dan realisasi keuangan 33,22%. Di sektor konektivitas, program penanganan jalan daerah yang mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 408,57 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 375,88 meter telah mencapai progres fisik 75,1% dan realisasi keuangan 59,49%. Adapun program perbaikan jaringan irigasi daerah yang menargetkan layanan seluas 19.760 hektare mencatat progres fisik tertinggi, yakni mencapai 82,73%, dengan realisasi keuangan 38,36%.
Baca Juga: Menteri PU Minta Tambahan Anggaran Rp 34,33 Triliun untuk Program Prioritas Prabowo Kementerian PU juga melanjutkan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Papua Selatan. Hingga akhir Mei 2026, proyek tersebut mencatat progres fisik 12,67% dan realisasi keuangan 2,63%. Selain proyek strategis nasional, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp 5,48 triliun untuk Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dilaksanakan di 15.364 lokasi di berbagai daerah. Dari sisi anggaran, realisasi belanja Kementerian PU hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp 33,49 triliun atau 31,39% dari pagu anggaran Rp 106,71 triliun. Realisasi fisik pekerjaan mencapai 35,71%.
Menurut Dody, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya. Namun demikian, Kementerian PU masih akan mengawal berbagai pekerjaan yang belum terkontrak maupun proyek yang progresnya belum sesuai target.
Baca Juga: Bisnis Minimarket Terancam! DPR Usul Batasi Sampai Kecamatan. Dengan progres yang telah dicapai hingga pertengahan tahun, DPR berharap percepatan proyek prioritas dapat mendukung target pemerintah dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan layanan pendidikan, serta menopang ketahanan pangan nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News