KONTAN.CO.ID - Jakarta PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) sebagai pilar utama keberlanjutan usaha. Di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompleks, Perseroan memandang tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi strategis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, akuntabel, dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan terbuka dan BUMN konstruksi nasional, PTPP terus mengoptimalkan berbagai instrumen tata kelola, termasuk Whistleblowing System (WBS), guna memastikan budaya integritas, transparansi, dan kepatuhan berjalan konsisten di seluruh lini organisasi. Penguatan sistem pelaporan tersebut menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam membangun lingkungan kerja yang profesional dan beretika. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa penerapan GCG bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga reputasi dan kepercayaan para pemangku kepentingan. “Bagi PTPP, tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. Kami memastikan setiap proses bisnis dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta integritas yang kuat demi mendukung keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.
Komitmen GCG sebagai Pilar Keberlanjutan, PTPP Perkuat Budaya Integritas Perusahaan
KONTAN.CO.ID - Jakarta PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) sebagai pilar utama keberlanjutan usaha. Di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompleks, Perseroan memandang tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi strategis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, akuntabel, dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan terbuka dan BUMN konstruksi nasional, PTPP terus mengoptimalkan berbagai instrumen tata kelola, termasuk Whistleblowing System (WBS), guna memastikan budaya integritas, transparansi, dan kepatuhan berjalan konsisten di seluruh lini organisasi. Penguatan sistem pelaporan tersebut menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam membangun lingkungan kerja yang profesional dan beretika. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa penerapan GCG bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga reputasi dan kepercayaan para pemangku kepentingan. “Bagi PTPP, tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. Kami memastikan setiap proses bisnis dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta integritas yang kuat demi mendukung keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.