Selain orang berusia di atas 40 tahun, penderita penyakit diabetes sangat rentan mengalami gangguan neuropati yang kerap disebut neuropati diabetic. Komplikasi tersebut sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Neuropati diabetic sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu somatik dan autonomik neuropati. Autonomik neuropati diabetik menyebabkan gangguan fungsi pada beberapa organ tubuh, antara lain kardiovaskular, gastrointestinal, genitourinari, metabolik dan disfungsi pupil. Diagnosa dan terapi pada penderita gangguan neuropati stadium dini sangat penting pada penderita diabetes melitus. Pasalnya, langkah tersebut dapat meredam peningkatan risiko kematian pada pasien diabetes. Autonomik neuropati diabetik tidak memiliki gejala awal sehingga dapat diketahui sampai stadium lanjut. Namun, sejatinya gangguan ini dapat terdeteksi melalui pengecekan fungsi pupil mata yang abnormal. Yaitu, reflek pupil mata terhadap cahaya.
Komplikasi diabetes dengan neuropati
Selain orang berusia di atas 40 tahun, penderita penyakit diabetes sangat rentan mengalami gangguan neuropati yang kerap disebut neuropati diabetic. Komplikasi tersebut sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Neuropati diabetic sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu somatik dan autonomik neuropati. Autonomik neuropati diabetik menyebabkan gangguan fungsi pada beberapa organ tubuh, antara lain kardiovaskular, gastrointestinal, genitourinari, metabolik dan disfungsi pupil. Diagnosa dan terapi pada penderita gangguan neuropati stadium dini sangat penting pada penderita diabetes melitus. Pasalnya, langkah tersebut dapat meredam peningkatan risiko kematian pada pasien diabetes. Autonomik neuropati diabetik tidak memiliki gejala awal sehingga dapat diketahui sampai stadium lanjut. Namun, sejatinya gangguan ini dapat terdeteksi melalui pengecekan fungsi pupil mata yang abnormal. Yaitu, reflek pupil mata terhadap cahaya.